Angkat Budaya Solo, Bayu Skak Siap Hadirkan Film 'Cocote Tonggo'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 01 September 2024
Angkat Budaya Solo, Bayu Skak Siap Hadirkan Film 'Cocote Tonggo'

Para artis pemeran film Cocote Tonggo memberikan keterangan pers dan potong tumpeng sebelum pengambilan gambar di Solo, Sabtu (31/8). (Foto: MerahPutih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Industri perfilman Tanah Air seakan tidak pernah berhenti menghasilkan karya fenomenal.

Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak, Ricky Ramadhan Setiyawan, dan Henny Myranda Nusaputri telah menghasilkan beberapa produk IP Character dan Story dan berkolaborasi dengan beberapa production house, dan menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Lokadrama Lara Ati, Lokadrama Rujak Cingur Lek Har, dan Sekawan Limo.

Kali ini Bayu Skak menghadirkan karya baru, sebuah film komedi berjudul Cocote Tonggo yang semua syuting film dilakukan di Kota Solo, tempatnya di Kampung Batik Laweyan dan Museum dan Galeri Lokananta.

Deretan artis peran Indonesia turut terlibat dalam film drama komedi ini. Mulai dari Dennis Adhiswara, Ayusitha, Asri Welas hingga Furry Setya.

Cocote Tonggo mengambil latar kehidupan bertetangga di Kota Solo, termasuk dialognya berisi Bahasa Jawa khas Kota Bengawan. Seperti namanya, Cocote Tonggo berarti cibiran tetangga dalam Bahasa Indonesia.

Baca juga:

Film 'Kang Mak From Pee Mak' Tembus 3 Juta Penonton selama 14 Hari Tayang

Bukan tanpa maksud, Bayu Skak yang kembali duduk di kursi sutradara, memilih nama tersebut untuk film yang diproduksi oleh SKAK Studio dan Tobali Film.

“Kehidupan bersosial atau bertetangga tak akan jauh dengan yang namanya omongan atau cibiran tetangga. Itu kita angkat dalam film Cocote Tonggo, dengan dialek bahasa Jawa mataman khas Solo,” kata Bayu dalam konferensi pers di Joglo Himawan Solo, Sabtu (31/8).

Dikatakannya film ini menceritakan suami istri penjual jamu kesuburan, tapi justru mereka ini belum memiliki keturunan. Nah pasti akan ada cocote tonggo atau jadi bahan omongan tetangga,

“Ini yang seru dan related dengan kehidupan bertetangga lalu kita bawa ke dalam film,” kata dia.

Ia menjelaskan pihaknya memiliki alasan kuat memilih Kota Solo sebagai latar cerita. Yakni berkat kekentalan budaya Jawa yang menjadi ciri khas, di antaranya dialek bahasanya hingga tradisi ramuan jamu kesuburan.

“Apalagi bahasa di Solo berbeda dengan bahasa di Yogyakarta, Semarang atau bahkan di kota-kota Jawa Timur. tulah tantangannya bagi kami, di sini (aktor) berasal dari berbagai daerah campuran, Jakarta, Semarang, Malang, Yogyakarta semuanya belajar dialek Solo,” paparnya.

Lebih lanjut, Ia memastikan alur film komposisinya tetap 60 persen bahasa Jawa, 40 persen bahasa Indonesia. Film ini mulai pengambilan perdananya pada Minggu (1/9) dan tayang perdana pada 2025.

Baca juga:

Arie Kriting Coba Bongkar Stigma tentang Orang Timur lewat Film 'Kaka Boss'

Sementara, Dennis Adhiswaraharus dituntut mahir berbahasa Indonesia dengan dialek jawanya.

"Menurut saya itu tantangan, saya biasa bahasa Jawa tapi harus bahasa Indonesia, tantangan bagi kami sebagai aktor untuk memperluas ilmu dan melatih keterampilan," tegas aktor yang terkenal lewat film Jomblo itu.

Di sisi lain, Ayushita yang besar di Jakarta harus menguasai bahasa Jawa dengan gaya Solo-nya.

"Beban ada banget, tapi semua tim saling bantu untuk menggunakan bahasa Jawa, pasti diusahakan fasih karena latar (film) ada di tanah kelahiran eyang-eyangku," kelakarnya.

Baca juga:

Film 'Sekawan Limo' Tembus 2,2 Juta Penonton

Produser Eksekutif Cocote Tonggo, Sahli Himawan mengaku bangga dengan kesiapan Bayu Skak, pemeran dan tim film ini.

"Dilihat dari judul film ini sudah luar biasa, sangat mengena di era modern dan berlatar Solo, kota asal saya juga jadi kita support penuh Cocote Tonggo disukai penggemar film Indonesia," terang pemilik Tobali Film.

Sahli pun berharap Cocote Tonggo mampu berbicara di dunia perfilman Indonesia, sesukses film-film garapan Bayu Skak sebelumnya. Di antaranya adalah Yowis Ben, Lara Ati, hingga Sekawan Limo.

"Semoga Cocote Tonggo bisa menjadi film box office,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

#Film #Film Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Film G30S PKI memiliki durasi yang sangat panjang, yaitu 4 jam 31 menit. Namun, ada alasan di balik panjangnya durasi tersebut.
Soffi Amira - 1 jam, 25 menit lalu
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
ShowBiz
Lindsay Lohan Reuni dengan Mark Waters di Film Terbaru Netflix 'Return to You'
Lindsay Lohan kembali ke genre komedi romantis lewat film Netflix “Return to You” dan reuni dengan sutradara Mark Waters.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Lindsay Lohan Reuni dengan Mark Waters di Film Terbaru Netflix 'Return to You'
ShowBiz
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
Buku best seller 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' karya dr. Andreas Kurniawan akan diadaptasi menjadi film oleh Wregas Bhanuteja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Buku 'Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring' Diadaptasi Jadi Film, Wregas Bhanuteja Pimpin Produksi
ShowBiz
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
Aplikasi Iblis menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara. Film horor produksi NIH Pictures ini tayang 15 Oktober 2026 dan dibintangi Junior Roberts.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
'Aplikasi Iblis' Hadirkan Horor Berbalut Teknologi, Film Debut Garapan Dimas Anggara
ShowBiz
Mahershala Ali Sebut MCU Rugi tak Wujudkan Reboot "Blade"
Ali mengatakan ia sendiri tidak ahu alasan pasti di balik status reboot 'Blade' yang tak kunjung terwujud.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Mahershala Ali Sebut MCU Rugi tak Wujudkan Reboot
ShowBiz
'Avengers: Endgame Encore' Raup Untung Rp 1,55 Triliun, Makin Dekati Rekor 'Avatar'
Avengers: Endgame Encore mencetak keuntungan Rp 1,55 triliun. Rekor milik Avatar pun makin terancam.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
'Avengers: Endgame Encore' Raup Untung Rp 1,55 Triliun, Makin Dekati Rekor 'Avatar'
ShowBiz
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
Kamila Andini menyoroti collective power perempuan lewat film Empat Musim Pertiwi yang tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Kamila Andini Soroti Collective Power Perempuan lewat Film 'Empat Musim Pertiwi'
ShowBiz
Usopp Jadi Pendongeng, Ada yang Berbeda dari 'LEGO ONE PIECE Animated Special'
LEGO ONE PIECE Animated Special tayang global di Netflix 29 September 2026. Simak 5 fakta, termasuk Usopp sebagai narator dan kembalinya pemeran live-action.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Usopp Jadi Pendongeng, Ada yang Berbeda dari 'LEGO ONE PIECE Animated Special'
ShowBiz
Bukan Sekadar Animasi, Film 'Forgotten Island' Punya Kisah Persahabatan yang Tak Biasa
Film animasi DreamWorks Forgotten Island tayang 2 Oktober 2026. Simak 7 fakta tentang Jo, Raissa, Pulau Nakali, mitologi Filipina, dan para pengisi suara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Bukan Sekadar Animasi, Film 'Forgotten Island' Punya Kisah Persahabatan yang Tak Biasa
ShowBiz
'The Hunchback, Soul of Paris' Tayang di Netflix November 2026, Bawa Kisah Quasimodo yang Berbeda
The Hunchback, Soul of Paris membawa kisah Quasimodo ke Paris 1830 di tengah wabah kolera, konflik politik, dan eksperimen medis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
'The Hunchback, Soul of Paris' Tayang di Netflix November 2026, Bawa Kisah Quasimodo yang Berbeda
Bagikan