Angga Sasongko Buat Film Pendek Pakai Ponsel
Angga Sasongko bersama Reza Rahardian dan Dian Sastrowardoyo. (Foto Instagram/anggasasongko)
PERANGKAT memang penting tapi bukan jadi halangan untuk berkarya. Ini dibuktikan sutradara Angga Dwimas Sasongko yang membuat film berjudul Konfabulasi dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy S21 Ultra 5G. Hasilnya pun sekelas visual Red Camera.
Mengutip ANTARA, Angga merasa tertantang ketika mendapat tawaran dari Samsung Indonesia untuk menggarap film pendek tersebut menggunakan ponsel flagshipnya. Meski menggunakan ponsel, Angga tetap tidak mengurangi skala dan kualitas pembuatannya. Bahkan dia menerapkan seluruh tahapan produksi secara profesional.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
“Sebagai sutradara, saya tidak ingin mengurangi esensi produksi film, hanya karena berupa film pendek atau menggunakan smartphone. Dalam seluruh prosesnya kami tetap all out, dan ini bisa possible karena devicenya sangat powerful,” kata Angga.
Fitur-fitur di dalamnya juga membantu kinerja Angga sebagai sutradara, salah satunya Director’s View.
“Seperti pada scene mobil tabrakan, lewat Director’s View saya bisa melihat terlebih dahulu mana arah terbaik untuk datangnya mobil karena pengambilan scene ini sangat menantang. Pastinya ketepatan saya butuhkan dan Director’s View yang membantu saya mengaturnya semua dengan lebih efektif,” ucapnya.
Selain itu, Angga juga memanfaatkan Super Steady dan Sensor Stabilizer untuk hasil yang lebih stabil. Proses syuting pun relatif lebih mudah dan ringkas bila dibandingkan dengan menggunakan kamera profesional. Angga butuh waktu tiga hari untuk menyelesaikan syutingnya.
Baca juga:
Angga Sasongko: Pembajakan Satu Film Pendapatan Berkurang Rp 4 Milyar
Konfabulasi, film pendek bergenre action-heist yang bercerita tentang Bilal (Reza Rahardian) dan Marla (Dian Sastrowardoyo) yang terhubung melalui perangkat untuk menjalani proses konfabulasi.
Konfabulasi merupakan proses rekonstruksi memori dengan mengisi memori palsu yang berasal dari arahan, pernyataan, dan tebakan yang masuk akal. Marla adalah seorang mentor yang berusaha memasuki ingatan dan ‘mencuri memori’ dari Bilal. Di sisi lain, Bilal merupakan seorang agen yang hendak menerima tugas pertamanya.
Marla berusaha mengganti memori ‘terbelenggu’ Bilal dan menggantinya dengan memori palsu. Usaha itu membuat Marla masuk ke alam bawah sadar Bilal dan menggantinya dengan kesadaran baru.
Film pendek ini bisa kamu saksikan di YouTube resmi Samsung Indonesia. (and)
Baca juga:
Angga Dwimas Sasongko Tegaskan Perang Lawan Pembajak Film
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
‘KPop Demon Hunters’ Sukses Dapat Sorotan di Golden Globe, Ahn Hyo-seop Kecipratan Ngetop di AS
Sukses Besar di Awal Tahun, Film Korea 'Once We Were Us' Kuasai Box Office
‘KPop Demon Hunters’ Menang 2 Golden Globes, Buka Peluang Besar untuk Berlaga di Oscar
Timothee Chalamet Kalahkan Leonardo DiCaprio di Golden Globes 2026, Bekal Positif ke Academy Awards