Ala Mak ! Swedia Kehabisan Sampah. Di Indonesia Banyak.  

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 22 November 2016
Ala Mak ! Swedia Kehabisan Sampah. Di Indonesia Banyak.  

Tempat pembuangan akhir, dimana daur ulang sampah dilakukan. (Foto : pixabay.com/@Prylarer/CC0/free_image)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Untuk masalah daur ulang sampah, dunia termasuk Indonesia harus belajar kepada Swedia.

Dengan program keberlanjutan yang diprioritaskan Stockholm, negara Nordic itu mampu mendaur ulang 1 koma 5 miliar botol dan kaleng setiap tahunnya, jumlah yang cukup mengejutkan bagi negara dengan populasi penduduk sekitar 9 koma 6 juta orang (data tahun 2013).

Jumlah sampah di Swedia sebenarnya sangat sedikit, yaitu sekitar 461 kilogram sampah rata-rata per tahunnya. Kurang dari satu persen sisa buangan di negara eropa itu berakhir di tempat pembuangan sampah. Jumlah ini setengah ton di bawah rata-rata sampah yang ada di seluruh Eropa.

Justru jika proses daur ulang sampahnya dilakukan secara teliti, Swedia rugi banyak.

Komitmen yang luar biasa di kawasan yang ramah lingkungan itu ternyata memberikan dampak yang tidak biasa terhadap produksi listrik.  

Swedia menggalakkan program sampah untuk energy (WTE). Di negara itu ada 32 pembangkit energi khusus.

Cara memproduksi energinya: Tungku dipenuhi dengan sampah lalu dibakar untuk menghasilkan uap. Uap atau Gas yang baru diproduksi itu kemudian digunakan untuk memutar turbin generator yang kemudian menghasilkan listrik, disalurkan ke jalur transmisi dan jaringan listrik. Dengan metode itu, Swedia mampu mengurangi racun yang meresap ke dalam tanah.

Direktur Komunikasi Management Sampah Swedia Anna-Carin Gripwell mengatakan, “Jika sampah bertumpuk di tempat pembuangan sampah, gas metan dan gas ruah kaca lainnya bocor, yang pasti merusak lingkungan.”

Sebelum sampah-sampah itu dibakar, disaring dulu oleh rumah-rumah dan pemilik usaha. Sampah yang bisa didaur ulang dipisahkan (misal bekas makanan dan bahan dari kertas), dan apa pun yang bisa diselamatkan disisihkan.

Karena barang-barang yang akan menjadi sampah itu secara teliti dipilah, akibatnya program WTE nyaris tak kebagian sampah untuk dibakar.

Hasilnya, Swedia terpaksa mengimpor sampah dari Inggris, Italia, Norwegia dan Irlandia untuk memastikan bahwa pembangkit energinya tetap beroperasi. (dsyamil)

BACA JUGA

  1. Pemerintah Lirik Pembangkit Listrik Daur Ulang Sampah
  2. Eropa Tidak Benar-Benar Mendaur Ulang Limbah Elektronik
  3. Putus Kontrak Godang Tua, Ahok: Bantar Gebang Itu Punya Kami
  4. Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang

 

#Sampah Rumah Tangga #Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar G #Daur Ulang
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Warga Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah Rumah Jadi 4 Kategori, Ini Aturannya!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung instruksikan warga memilah sampah menjadi empat kategori: organik, anorganik, residu, dan B3. Sampah diolah lewat komposting, bank sampah, TPS B3, RDF Plant, dan PLTSa.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Warga Jakarta Diwajibkan Pilah Sampah Rumah Jadi 4 Kategori, Ini Aturannya!
Indonesia
Pramono Anung Usul 3 PLTSa Raksasa, Incar Teknologi PSEL Buat Sampah Jakarta
Kehadiran PLTSa dan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan diprediksi mampu menampung total 6.500 hingga 7.000 ton sampah warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Maret 2026
Pramono Anung Usul 3 PLTSa Raksasa, Incar Teknologi PSEL Buat Sampah Jakarta
Indonesia
SIstem Open Dumping di TPST Bantargebang Bakal Dihentikan Sesuai Aturan Kementerian LH
Meskipun Zona 4A ditutup, operasional penampungan sampah warga Jakarta masih berlangsung di Zona 2 dan Zona 3
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Maret 2026
SIstem Open Dumping di TPST Bantargebang Bakal Dihentikan Sesuai Aturan Kementerian LH
Indonesia
Investigasi Dimulai, Longsor Bantargebang Seret Pejabat Terkait Pelanggaran UU Pengelolaan Sampah?
Menteri Hanif menegaskan bahwa metode open dumping atau pembuangan terbuka yang selama ini dipraktikkan di Bantargebang telah melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008
Angga Yudha Pratama - Selasa, 10 Maret 2026
Investigasi Dimulai, Longsor Bantargebang Seret Pejabat Terkait Pelanggaran UU Pengelolaan Sampah?
Indonesia
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Presiden mengapresiasi kontribusi akademisi yang berhasil menciptakan alat daur ulang dan pemusnah sampah inovatif
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Prabowo Kerahkan Teknologi Mikro Kampus, Sampah Diselesaikan di Tingkat Paling Rendah
Lifestyle
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Jakarta Premium Outlets menyerukan kampanye masa depan berkelanjutan lewat aksi nyata Eco Paws.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Eco Paws, Kampanye Kreatif untuk Masa Depan Lebih Baik
Indonesia
Awas! Ancaman Bau Sampah Mengintai RDF Plant Rorotan Saat Beroperasi Penuh, DPRD DKI Jakarta Beri Peringatan Keras
Komisi D akan terus memantau perkembangan RDF Plant
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 September 2025
Awas! Ancaman Bau Sampah Mengintai RDF Plant Rorotan Saat Beroperasi Penuh, DPRD DKI Jakarta Beri Peringatan Keras
Kuliner
The Wolf Espresso Perpanjang Umur Ampas Kopi dalam Gelas Keramik
Proyek percontohan pembuatan gelas keramik daur ulang ampas kopi yang menggaet Pot N Pop kemudian dimulai pada Oktober 2024.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Agustus 2025
The Wolf Espresso Perpanjang Umur Ampas Kopi dalam Gelas Keramik
Kuliner
Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Gerakan yang memiliki arti ‘berSAma kumPUlkan PLASTIK’ ini diluncurkan sejak 2022 sebagai perwujudan komitmen untuk program keberlanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Agustus 2025
 Gerakan ’SAPU PLASTIK’ Kumpulkan 2,5 Ton Limbah, Beri Apresiasi Pelanggan dengan Diskon 20 Persen
Foto Essay
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Pekerja mengolah sampah botol plastik menjadi cacahan plastic sebagai bahan biji plastik di Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) Tangerang Selatan, Banten, Selasa (5/8/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 05 Agustus 2025
Menilik Koperasi Pemulung Berdaya Daur Ulang 120 Ton Sampah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomis
Bagikan