MerahPutih Internasional – Bukan hanya di Indonesia, demonstrasi untuk melarang perayaan hari kasih sayang atau biasa disebut Valentine juga terjadi di Jepang. Seperti yang dilansir Japantoday, ratusan masyarakat Jepang menolak perayaan hari Valentine di Tokyo Sabtu, (14/2).
Jika di Indonesia perayaan Valentine banyak didemo atas dasar prinsip agama, di Jepang merayaan Valentine dianggap sebagai gelombang Kapitalis yang bisa mengikis nilai-nilai budaya tradisional secara perlahan.
BACA JUGA: Vicky Chen, Dewi Super Cantik dari Taiwan
Para demonstran yang menolak perayaan Valentine di Jepang menamai dirinya sebagai Kakuhido. Para Kakuhido mengklaim perayaan Valentine sebagai budaya asing yang tidak patut dicontoh. Menurut mereka Berpacaran di hadapan publik adalah salah satu aksi teror.
Mereka berjalan melalui distrik Shibuya dan sibuk melambaikan spanduk dengan slogan-slogan menuntut diakhirinya Hari Valentine.
BACA JUGA: Putus Asa Membujang, Pria Culik Wanita Untuk Jadikan Istri
Mereka meneriakan: "Jangan tertipu oleh konspirasi pembuat cokelat!"
"Di Jepang, wanita memberikan pria cokelat (pada Hari Valentine) untuk menunjukkan kasih sayang mereka. Masyarakat kecanduan kapitalisme. Orang-orang mengambil keuntungan dari itu dan kami berada di sini, hari ini untuk menunjukkan perlawanan kami terhadap kapitalis cinta,” kata Kakuhido Mark Waters kepada AFP.