Akhirnya Asia Sentinel Minta Maaf, Ujung-ujungnya Puji SBY Negarawan Asia

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 20 September 2018
Akhirnya Asia Sentinel Minta Maaf, Ujung-ujungnya Puji SBY Negarawan Asia

Screenshot situs asiasentinel.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Media asing asal Hong Kong Asia Sentinel akhirnya meminta maaf kepada Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf ini terkait berita berjudul, "Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy" yang mereka tayangkan.

"Kami telah menarik artikel itu dari situs Asia Sentinel. Selanjutnya kami meminta maaf sedalam-dalamnya kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokart dan kepada semua yang merasa terhina dengan artikel tersebut," demikian pernyataan Asia Sentinel dalam situsnya.

Asia Sentinel juga mengakui tulisan yang mereka tayangkan telah melukai dan tidak adil kepada SBY. Secara terbuka, media Hong Kong itu mengakui berita itu berisi banyak tuduhan. Mereka juga mengakui tak berimbang dan lalai tidak mencari dan memuat komentar dari pihak-pihak yang dituduh.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Foto: Partai Demokrat/Facebook

"Kami mengakui tak mencari komentar yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu dan artikel itu hanya dari satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil," demikian kutipan pernyataan maaf Asia Sentinel.

Di bagian penutup, Asia Sentinel juga memuji SBY sebagai negarawan Asia yang sangat dihormati.

"Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormat yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan keistimewaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia," demikian penutup pernyataan maaf itu.

Permintaan maaf itu sendiri dipublikasi di situs Asia Sentinel pada 19 September 2018 dengan judul artikel, Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia.

Tulisan berjudul Indonesia's SBY Government: 'Vast Criminal Conspiracy' disebut ditulis langsung Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen.

Bank Century
Dok Bank Century saat masih beroperasi di Indonesia. Foto: NET

Berita itu berisi tentang konspirasi pencurian uang negara sebesar 12 miliar dolar AS yang melibatkan 30 pejabat Indonesia dan mencucinya melalui perbankan internasional. SBY disebutkan mencuci uang sekitar Rp177 triliun di Bank Century dan dananya masuk ke partai Demokrat.

Tulisan itu menjadi viral di media massa dan media sosial di Indonesia. SBY dan Demokrat pun berang. Mereka menuding Asia Sentinel telah menurunkan berita fitnah tanpa konfimasi, dan akan menuntut media Hong Kong itu secara legal. Bahkan, SBY sampai berucap akan mengejar pertanggungjawaban Asia Sentinel sampai ke ujung dunia manapun. (*)

#SBY #Kasus Bank Century
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Proses penulisan novel ini berlangsung di tengah berbagai kesibukan dan perjalanan SBY ke sejumlah negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Dari Istana ke Dunia Sastra, SBY Rilis Novel Perdana 'Diana Memang Manja'
Indonesia
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
SBY mengatakan hingga akhir Agustus 2026 dirinya masih berada di Rochester untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Mayo Clinic sebagai tindak lanjut setelah menjalani operasi prostat pada 2021.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
Presiden Ke-6 SBY Dipastikan Tidak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ungkap Permintaan Maaf
Indonesia
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
SBY mengingatkan kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan tersebar merata kepada seluruh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
Indonesia
Hujan Deras Tak Hentikan SBY Melukis Bengawan Solo, Libatkan Mahasiswa ISI Surakarta
SBY tetap melukis Bengawan Solo meski hujan deras di Solo. Ia menyebut hujan sebagai berkah saat melukis bersama mahasiswa ISI Surakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Hujan Deras Tak Hentikan SBY Melukis Bengawan Solo, Libatkan Mahasiswa ISI Surakarta
Indonesia
Halalbihalal Para Mantan di Istana, Pertemuan Tertutup Prabowo dengan SBY dan Jokowi
Pertemuan Prabowo dengan SBY dan Jokowi saat acara halalbihalal Idul Fitri di Istana berlangsung tertutup.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Halalbihalal Para Mantan di Istana, Pertemuan Tertutup Prabowo dengan SBY dan Jokowi
Indonesia
Prabowo Dijadwalkan Terima Jokowi dan SBY di Istana Hari Ini, Megawati Sudah Duluan
Mensesneg Prasetyo belum dapat memastikan kehadiran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam agenda hari ini.
Wisnu Cipto - Sabtu, 21 Maret 2026
Prabowo Dijadwalkan Terima Jokowi dan SBY di Istana Hari Ini, Megawati Sudah Duluan
Berita Foto
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 Maret 2026
Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Pemakaman Wapres ke-6 Try Sutrisno di TMP Kalibata Jakarta
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Indonesia mesti memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Indonesia
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai pernyataan itu patut dibaca sebagai peringatan dini dan bukan sekedar ramalan.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Singgung Potensi Perang Dunia III, Komisi I DPR: ini Bentuk Peringatan
Indonesia
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Ia menilai sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia III.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
SBY Menyeru ke PBB, Ambil Tindakan Nyata Hindari Perang Dunia III
Bagikan