Relasi

Aing Tetap Bertahan Bersamamu Walau Harus LDR

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 09 Oktober 2021
Aing Tetap Bertahan Bersamamu Walau Harus LDR

Perjuangan mempertahankan hubungan dalam hubungan jarak jauh. (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGHABISKAN waktu malam minggu dengan telepon genggam yang berada di telinga secara bergantian, telah menjadi rutinitas Hera beberapa tahun belakangan. Telinganya memerah, tak membuatnya menghentikan panggilan ponsel dengan kekasihnya yang telah berlangsung selama lima jam.

Sesekali ia meletakkan ponselnya. Buku kedokteran dengan tebal dua hingga empat sentimeter dijadikan sebagai tumpuan ponselnya. Walau terkadang suara sang kekasih tak terdengar karena keduanya sama-sama sibuk dengan tumpukan buku di depannya, Hera menikmati momen tersebut.

Baca Juga:

Potret Percintaan Pemuda Negeri Aing dalam Film

"Waktu itu kan kita masih jadi mahasiswa kedokteran tingkat akhir, jadi sedikit kebingungan untuk mengatur waktu buat ketemuan. Jadi telepon dari pagi sampai pagi lagi pernah kok kita lakukan," ujar Hera dengan senyum di pipinya. Berlebihan mungkin bagi beberapa orang, namun Hera tak ambil pusing dengan anggapan tersebut.

Sebenarnya Hera telah mengetahui sejak lama hubungannya dengan sang kekasih akan berbeda dengan hubungan pada umumnya. Semuanya dimulai saat kekasihnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Akademi Militer. Tak ingin mengekang keinginan sang kekasih, Hera mengizinkannya. Benar saja, Hera mendapatkan kabar bahwa kekasihnya berhasil masuk menjadi salah satu siswa di Akademi Militer dan harus menetap di Magelang, Jawa Tengah. Akhirnya mereka menjalani Long Distance Relationship (LDR) atau hubungan jarak jauh.

Hubungant tetap berjalan walau berjauhan. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Saat itu Hera bingung, tak tahu harus bagaimana. Sebab ini menjadi pengalaman pertamanya untuk terpisah jauh dengan kekasihnya selama tiga menjalin hubungan.

Kini permasalahan dalam hubungan mereka bertambah. Tak hanya waktu, namun juga jarak. Jika biasanya Hera tetap dapat menghubungi sang kekasih saat memiliki waktu luang, kini berbeda. Ditambah lagi, terdapat beberapa peraturan yang tidak membebaskan kekasih Hera untuk dapat terus memegang ponsel.

Akhirnya karena tidak dapat membendung keinginannya untuk bertemu, Hera rela menempuh jarak 516 kilometer untuk dapat melepas rindu dengan sang kekasih. Namun sesampainya di asrama kekasihnya, Hera belum melihat satu orang pun di dalam. Setelah menunggu cukup lama, Hera mulai mendengar suara hentakan kaki yang terdengar begitu keras dan lama kelamaan semakin mendekat.

Baca Juga:

Pemuda Taekwondoin Maluku Berjuang di PON XX Papua 2021

Tak berselang lama, Hera mulai mencari orang yang ditunggu-tunggu. Walaupun seluruhnya terlihat sama dengan mengenakan seragam serta kepala plontos, Hera dapat dengan mudah menemukan keberadaan kekasihnya. Dengan senyum yang mengembang di wajahnya, Hera secara perlahan mulai mendekati gerbang asrama.

Tak disangka, Hera menerima secarik kertas yang telah dilipat lewat lubang di gerbang tersebut. "Mungkin terlihat aneh ya, tapi cuma itu satu-satunya cara kami bisa berkomunikasi. Waktu itu kami gak bisa komunikasi selama kurang lebih tiga bulan," ujar Hera.

Ratusan kilometer rela ditempuh agar dapat bertemu. (Foto: Pexels/Anastasia Shuraeva)

Setelah satu tahun berjalan, Hera masih tetap bertahan menjalani hubungan jarak jauh, bahkan hingga keduanya kini telah merencanakan pernikahan mereka. Namun, sekarang Hera harus terpisah lebih jauh dengan sang kekasih. Bukan lagi di Magelang, kini kekasihnya ditugaskan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Terinspirasi dengan sang kekasih, Hera juga mendaftarkan dirinya pada Akademi Kepolisian yang berada di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah keduanya menikah, Hera berharap bahwa mereka dapat ditugaskan bersama dengan kekasihnya di Makassar.

Dalam menjalani hubungan jarak jauh yang tak mudah, Hera merasa ia paling dikuatkan oleh sang ibu. Tak hanya memberikan nasihat, sang ibu juga selalu mendukung segala keputusan Hera. Meninggalkan sang ibu untuk mengikuti kekasihnya ke Makassar, membuat Hera merasa bersalah. Terlebih sang ibu merupakan orang tua tunggal yang hidup sendiri. Namun sang ibu justru mendukungnya pergi ke Makassar demi terus mengejar kariernya dan belahan jiwanya. (cit)

Baca Juga:

Pemuda ARMY Negeri Aing Jadi Jagoan Ngoleksi 'Kertas Ganteng'

#Oktober Pemuda Jagoan Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Bagikan