MerahPutih.com - Posisi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini berada di dalam Kabinet Indonesia Maju, dinilai menguntungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, mengatakan, Partai Demokrat akan ikut bekerja optimal untuk menjamin Jokowi bisa 'soft landing' di akhir pemerintahannya.
"Kehadirkan Demokrat ini bisa menghadirkan proteksi politik untuk mengantisipasi potensi turbulensi di fase akhir pemerintahan Jokowi terutama jika akhirnya PDIP mulai menyalakan mesin politik bercorak oposisi ke depan," kata Umam dalam keterangannya, Rabu (22/2).
Baca Juga:
Pesan SBY ke Anaknya yang Kini Berada di Kabinet Jokowi
Karena itu, menurut Umam, langkah Jokowi mengangkat putra Presiden ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjadi menteri merupakan langkah strategis yang jitu.
"Sekaligus untuk menciptakan landasan yang lebih kokoh bagi transisi kekuasaan ke kepemimpinan yang lebih smooth," ujarnya.
Umam menyebut, posisi AHY yang kini berada di kabinet juga menegaskan bahwa Jokowi saat ini independen dan tidak lagi berada di bawah bayang-bawang dan intervensi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Menurut informasi, memang sejak 2019 Jokowi ingin mengajak AHY masuk ke pemerintahan, namun terhalang veto politik Megawati karena AHY adalah anak SBY," imbuhnya.
Baca Juga:
Pengamat Prediksi Jokowi Tak akan Lagi Rombak Kabinet
Meskipun hanya menjabat delapan bulan, Umam mengatakan, AHY akan mendapatkan dobel portofolio di pemerintahan pada tahun 2024 ini.
Pertama sebagai Menteri ATR, dan pada Oktober 2024 nanti akan menjadi menteri di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jika dinyatakan menang secara sah oleh KPU.
"Hal ini akan menghapus semua cibiran tentang stempel 'tidak berpengalaman' yang selama ini di-stereotype-kan ke AHY," imbuhnya.
Baca Juga:
Ganjar Dorong Parpol Pengusung Gulirkan Hak Angket Dugaan Kecurangan Pilpres 2024
Bahkan, menurut Umam, posisi AHY yang menggantikan Hadi Tjahjanto, yang merupakan mantan Panglima TNI akan menghapus stereotype yang selama ini membayangi AHY berpangkat Mayor.
"Ini menjadi bukti akselerasi bagi AHY pasca keputusannya masuk ke dunia politik," tutup Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs ini. (Pon)