Ada 'Jamur' di Rancangan Fesyen Stella McCartney
Mengabdikannya di Paris Fashion Week. (Foto: TechiAI)
PERANCANG busana Stella McCartney tampaknya ingin menunjukkan keseriusannya dalam mendukung fesyen berkelanjutan dengan mengganti sejumlah bahan kulit serta kain, menjadi kulit jamur. Faktanya, ia sangat ‘menyukai’ jamur dan memutuskan untuk mengabdikannya di Paris Fashion Week.
Bertempat di gedung Oscar Niemeyer pada Senin (4/10), McCartney memamerkan koleksi busana siap pakai untuk musim semi/panas 2022 dalam ajang Paris Fashion Week 2022. Ini menandai koleksi pertama kalinya sebuah tas terbuat dari bahan kulit jamur, dan McCartney menyebut koleksinya itu sebagai ‘gaya berbusana masa depan’.
Tas bernama Frayme Mylo ini tampil dalam warna hitam dengan bentuk serupa dengan tas tangan Frayme karya McCartney lainnya. Material yang digunakan diciptakan di laboratorium Mylo yang dibuatnya sejak 2017 untuk penelitian karya.
Baca juga:
“Jamur-jamur ini ditanam dan tumbuh di dalam laboratorium, jadi tanpa ada air dan minim listrik. Jamur-jamur ini dipres dan menggunakan sejumlah formula untuk dijadikan kulit imitasi,” jelas McCartney mengutip laman Vogue.
Meski sudah menemukan inovasi ini sejak 2017, namun McCartney belum dapat menciptakan tas dari bahan kulit jamur karena teknologi yang belum secanggih saat ini.
“Sekarang kami sudah mencapai titik ketika kami dengan percaya diri membuat tas kulit jamur ini. Kalau tidak yakin, aku tidak akan memamerkan tas ini di pagelaran busanaku,” tambah McCartney.
Baca juga:
Ia juga memasukkan beberapa pola dan motif jamur dalam koleksinya seperti toilet de Jouy yang Digambar dengan tangan. Tidak hanya itu, obsesinya terhadap jamur juga ditunjukkan melalui suara latar yang mengiringi pagelaran busana.
McCartney membuat soundtrack berupa rekaman proses pertumbuhan jamur, menggunakan mikrofon berkualitas tinggi yang dipasang di sekeliling jamur tersebut.
Fakta mengejutkan lainnya adalah sebagian dari koleksi jamur ini dibuat 10 hari sebelum pertunjukan pagelaran busana digelar. “Kami memutuskan untuk turut serta dalam pagelaran busana ini (Paris Fashion Week) 10 hari sebelum gelaran ini dibuka. Jadi ya, ini dibuat dalam waktu yang sangat singkat,” ujar McCartney.
Ada pula konsep fringe namun untuk pakaian kerja dengan warna cerah, menjadikan penggunanya tampak energik, seksi, dan dramatis.
“Ini adalah masa situasi dan saya ingin memproyeksikan seperti apa masa depan rumah mode Stella: sentuhan yang ringan, pendekatan yang sedikit lebih lembut, masih memadukan potongan-potongan sporty dan maskulin ini,” tutupnya. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Dari Sneakers Langka hingga Vinyl Kolektibel, Cek 3 Zona Paling Hits di USS 2025
USS 2025 Resmi Dibuka: Lebih Megah, Lebih 'Kalcer', dan Penuh Kolaborasi Epik