Merahputih.com - Penyerang Persib Bandung, Ramon Tanque, tidak mempermasalahkan keputusan melawan Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), tetapi kecewa harus tampil tanpa dukungan langsung Bobotoh.
Persib terpaksa memindahkan venue pertandingan kualifikasi AFC Champions League Two (ACL 2) dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ke SJH demi menjaga kualitas rumput GBLA.
Meski begitu, Persib tetap tidak bisa mendapatkan dukungan suporter di stadion. Laga kontra Manila Digger akan digelar tanpa penonton sebagai bagian dari sanksi AFC menyusul insiden masuknya oknum suporter pada pertandingan ACL Two musim lalu.
Baca juga:
Play Off AFC Champions League Persib Lawan Manila Digger Dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat
Ramon menilai perubahan stadion tidak terlalu menjadi persoalan bagi tim. Namun menurutnya, atmosfer pertandingan tetap akan terasa berbeda karena tidak ada Bobotoh yang hadir.
Mengenai bermain di stadion lain (SJH), saya rasa tidak akan banyak mengubah keadaan karena pintu stadion akan tertutup (tanpa penonton),
ujar Ramon selepas di laman resmi Persib.
Dukungan Bobotoh Sangat Krusial
Ramon berharap insiden yang menyebabkan Persib mendapat sanksi tidak kembali terjadi. Ia menganggap kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak.
Baca juga:
"Biarlah itu menjadi pelajaran. Bobotoh sangat penting bagi kami karena mereka adalah dukungan utama kami, selalu ada memberikan semangat," kata Ramon.
Sangat krusial, keberadaan suporter yang terus mendukung kami,
imbuhnya.
Persib Akrab dengan SJH
Persib sudah cukup akrab dengan stadion SJH setelah menjadikannya sebagai salah satu venue pertandingan pada pramusim.
Pada Piala Presiden 2026, Persib tiga kali tampil di SJH dan selalu meraih kemenangan. Hasil tersebut turut mengantarkan Maung Bandung melaju hingga semifinal.
"Belakangan ini kami juga selalu bermain di sana saat Piala Presiden, jadi kami sudah terbiasa bermain di stadion tersebut," tutur Ramon.