MerahPutih.com - AC Milan baru-baru ini menyampaikan kekecewaannya kepada asosiasi wasit Italia (AIA). Namun, hal ini tidak banyak berpengaruh, karena Rossoneri merasa bahwa empat keputusan penting telah merugikan mereka selama dua pertandingan Serie A terakhir.
Milan mengalami kekalahan mengejutkan 1-0 di kandang melawan Parma pada Senin (23/2). Itu menjadi kekalahan liga pertama mereka sejak pekan pembukaan musim 2025/26. Mereka tetap berada di posisi kedua klasemen, tetapi sekarang tertinggal 10 poin dari Inter Milan di puncak.
Baru-baru ini, Milan telah menghubungi AIA untuk menyampaikan kekecewaan mereka tentang keputusan-keputusan yang merugikan.
Baca juga:
AC Milan Yakin Luka Modric Masih Mau Bertahan di San Siro hingga Musim Depan
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Rossoneri memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan resmi kepada AIA setelah pertandingan melawan Parma.
Meski demikiran, mereka merasa bahwa dua keputusan lainnya merugikan mereka selama kekalahan 1-0 melawan Parma pada hari Minggu.
Keputusan Wasit yang Bikin AC Milan Murka
Insiden pertama yang dipertanyakan adalah kurangnya hukuman bagi kiper Parma, Edoardo Corvi, setelah benturan yang menyebabkan Ruben Loftus-Cheek harus ditandu keluar lapangan. Ia bahkan membutuhkan operasi pada rahangnya.
Tayangan ulang menunjukkan, bahwa Corvi tidak berhasil meraih bola, yang akhirnya disundul oleh bek Emmanuele Valeri. Namun, ia melakukan kontak keras dengan Loftus-Cheek, yang kehilangan beberapa gigi selama insiden tersebut.
Sejak keluar dari rumah sakit, Loftus-Cheek kabarnya menderita patah tulang alveolar.
Milan juga kesal dengan keputusan untuk mengesahkan gol Mariano Troilo dari Parma, yang membuat Rossoneri tertinggal 1-0 pada menit ke-80.
Baca juga:
Inter Milan Tutup Pintu untuk Manchester United, Federico Dimarco Segera Perpanjang Kontrak
Keputusan di lapangan adalah membatalkan gol karena pelanggaran terhadap Davide Bartesaghi di area penalti Milan. Namun, wasit Marco Piccinini dirujuk ke layar VAR dan membatalkan keputusannya. Ia memberikan keunggulan kepada Parma dengan 10 menit tersisa.
Menurut laporan, Piccinini tidak melakukan kesalahan yang jelas dan nyata dalam keputusannya untuk membatalkan gol Troilo. Jadi, hal itu seharusnya bukan insiden yang perlu ditinjau oleh VAR.
Selain pertandingan melawan Parma, Milan merasa bahwa mereka juga dirugikan dalam hasil imbang 1-1 baru-baru ini melawan Como.
Mereka merasa bahwa pelatih Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir dari lapangan karena mengganggu Alexis Saelemaekers saat pertandingan berlangsung.
Kemudian, Ignace van der Brempt juga seharusnya mendapat kartu merah karena tekel buruknya terhadap Strahinja Pavlovic, yang menyebabkan pemain Serbia itu cedera. Sementara itu, pemain Belgia itu lolos tanpa hukuman apapun. (sof)