Telaah Indonesia di Tengah Pancaroba Politik Versi 'Rajawali Ngepret'

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 24 September 2019
Telaah Indonesia di Tengah Pancaroba Politik Versi 'Rajawali Ngepret'

Rizal Ramli yang memperkenalkan istilah jurus "Rajawali Ngepret" saat menjadi Menko Maritim(Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menilai Indonesia saat ini tengah memasuki pancaroba. Namun, bukan terkait dengan perubahan cuaca, melainkan perubahan politik.

Menurut mantan Menko Ekuin di era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu, pancaroba politik bisa diartikan perubahan menuju Indonesia maju atau justru mengalami kemunduran.

Baca Juga:

Rizal Ramli Nilai Perlu Ada Riset untuk Capai Swasembada Pangan

Setidaknya, ada lima faktor yang membuat pancaroba politik itu terjadi. Pertama, dari aspek hukum, khususnya pemberantasan korupsi.

"Pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui revisi UU KPK yang sudah disahkan DPR akan terus menjadi bola salju," ujar Rizal Ramli di Jakarta, Senin (23/9).

Kedua, masalah Papua yang belum tuntas. Sebab, menurut pria yang karib disapa RR itu, aparat keamanan terkesan mengaburkan masalah utamanya, yakni, kasus rasial di Asrama Papua.

"Semua masalah itu kan ada sebab dan akibatnya. Seharusnya aparat itu menangkap aktor intelektual penyebab kasus rasial di Asrama Papua, bukan masyarakat dan mahasiswa Papua yang menuntut keadilan," jelas Rizal Ramli.

Persoalan yang ketiga, adalah masalah ekonomi, terutama daya beli masyarakat yang semakin menurun. Salah satu solusi untuk meningkatkan daya beli adalah memberi insentif untuk menggenjot kemampuan beli masyarakat. Selain itu jangan kenakan pajak untuk pedagang kelas menengah ke bawah.

"Kemudian, jangan ada kenaikan TDL bagi pengguna listrik 900 VA agar mereka bisa membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokoknya," tutur eks Menko Maritim era Jokowi, yang dikenal dengan jurus 'Rajawali Ngepret'-nya.

Rizal Ramli memberikan keterangan kepada awak media terkait BLBI
Rizal Ramli memberi keterangan kepada awak media terkait kasus BLBI (Foto: antaranews)

Selanjutnya, adalah persoalan BPJS Kesehatan yang defisit dan seolah tak ada jalan keluar untuk mengatasinya, sehingga keputusannya adalah menaikan iuran. Hal ini, menurut Rizal Ramli, justru akan menambah angka kemiskinan.

"Solusi mengatasi BPJS Kesehatan yang defisit pertama yakni; pemerintah harus menyuntikkan modal BPJS Kesehatan Rp 20 triliun. Sebab, modal awal BPJS Rp 5 triliun, BPJS dirancang ‘gagal finansial’ sejak awal.
Kemudian revisi Undang-Undang BPJS soal besaran iuran. Jadi, iuran pekerja maksimal 2% dari pendapatan, sementara perusahaan 6%. Besaran ini bisa disesuaikan berdasarkan tingkat pendapatan. Misalnya, di bawah upah minimum kerja di gratiskan," beber mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.

"Kemudian penyesuaian pembayaran klaim penyakit kronis dan terminal yang disesuaikan dengan pendapatan pasien. Untuk penyakit menengah atas dan orang kaya, harus top up. Prinsipnya dari sisi penerimaan dan pembayaran harus cross subsidy,” sambung Rizal Ramli.

Faktor keempat dari pancaroba politik, imbuh Rizal Ramli, adalah investasi Tiongkok di Indonesia yang begitu masif seolah ada privelege.

"Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah itu mereka akan memilikinya," ujar Rizal Ramli.

Persoala terakhir adalah krisis kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah sangat serius. Bahkan, dampak asap akibat karhutla itu sudah sampai ke negara tetangga, seperti, Malaysia. Beberapa wilayah di Sumatra dan Kalimantan-pun sudah tidak layak sebagai ruang hidup. Kehancuran lingkungan ini akan terasa ke masa-masa mendatang.

Efek dari kebakaran ini akan terasa jauh ke depan. Ada studi yang mengatakan bahwa bayi-bayi yang terekspos asap kebakaran memiliki kecerdasan yang lebih rendah daripada yang tidak.

"Pemerintah harus memberikan sanksi tegas terhadap pelaku karhutla dan juga korporasi yang terbukti melakukan land clearing dengan cara membakar hutan dan lahan. Bagi korporasi yang kedapatan membakar karhutla, lahannya harus disita oleh negara, kemudian pemerintah membagikan lahan itu pada masyarakat agar digarap sehingga produktif dan masyarakat dapat sejahtera," tukas Rizal Ramli.

Baca Juga:

Rizal Ramli: Korupsi Penerbitan SKL BLBI Saat Pemerintahan Mbak Mega

Dari kelima faktor itu, Rizal Ramli berkeyakinan bahwa perubahan di Indonesia bisa lebih baik asalkan Presiden Jokowi memiliki kredibilitas yang kuat, tetap dipercaya masyarakat, lantaran mau mendengarkan dan memahami kegelisahan publik, dan keberpihakannya terhadap rakyat nyata.

"Esensinya dari seluruh pancaroba politik yang tengah dihadapi, semua tergantung dari kredibilitas Presiden, trust masyarakat, dan keberpihakan Pak Jokowi terhadap rakyat nyata. Kalau dia memiliki itu tentu masalah pancaroba politik bisa diselesaikan," pungkas Rizal Ramli. (*)

#Rizal Ramli
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Aktivis Hingga Pejabat Antar Jenazah Rizal Ramli ke Peristirahatan Terakhir
Puluhan aktivis hingga pejabat negara mengantarkan jenazah Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menuju tempat peristirahatan terakhir, di TPU Jeruk Purut, Jakarta, Kamis (4/1).
Mula Akmal - Kamis, 04 Januari 2024
Aktivis Hingga Pejabat Antar Jenazah Rizal Ramli ke Peristirahatan Terakhir
Indonesia
Ungkapan Duka Para Capres-Cawapres Atas Meninggalnya Rizal Ramli
Suasana di sekitar rumah duka masih dipenuhi para pelayat dan pihak keluarga. Puluhan karangan bunga dari tokoh publik maupun tokoh politik juga berjejer di sekitar rumah duka.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Januari 2024
Ungkapan Duka Para Capres-Cawapres Atas Meninggalnya Rizal Ramli
Indonesia
Jenazah Rizal Ramli Dimakamkan di TPU Jeruk Purut Kamis Siang
Karangan bunga tersebut di antaranya dari Presiden RI Joko Widodo, Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan calon presiden Anies Baswedan.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Januari 2024
Jenazah Rizal Ramli Dimakamkan di TPU Jeruk Purut Kamis Siang
Indonesia
Rizal Ramli Meninggal
Ekonom senior Rizal Ramli meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa (2/1) malam.
Mula Akmal - Selasa, 02 Januari 2024
Rizal Ramli Meninggal
Bagikan