MERAHPUTIH.COM — TAHUN baru Imlek memang dirayakan warga Tionghoa. Namun, tak ada salahnya menggunakan momen tahun yang baru di kalender Lunar ini sebagai momen refleksi untuk memulai lembaran baru.
Faktanya, banyak pekerja Indonesia melihat perayaan ini sebgai menjadi pengingat akan tanggung jawab finansial lintas generasi. Survei Sun Life menunjukkan 90 persen pekerja Indonesia saat ini menopang orangtua sekaligus anak. Dampaknya, 40 persen responden mengaku menurunkan ekspektasi gaya hidup saat pensiun dan 23 persen memperkirakan harus menunda atau tetap bekerja setelah usia pensiun.
Di tengah suasana Imlek yang menekankan nilai keluarga dan keberlanjutan, berikut lima refleksi finansial yang relevan bagi generasi sandwich.
Baca juga:
Ramalan Zodiak 8 November 2025: Cinta Bersemi, Tapi Ada yang Harus Waspada Finansial!
1. Tanggung Jawab Keluarga Merupakan Kekuatan, tapi Perlu Batas Sehat
Tradisi mendukung orangtua menjadi bagian kuat dari budaya Asia, termasuk Indonesia. Namun, data menunjukkan 71 persen responden masih membutuhkan tambahan penghasilan untuk menjaga stabilitas finansial mereka sendiri.
Menjaga keseimbangan antara bakti dan keberlanjutan finansial pribadi menjadi kunci agar dukungan kepada keluarga tidak mengorbankan masa depan sendiri.
2. Pensiun bukan Lagi Soal Usia, melainkan Kesiapan
Sebanyak 77 persen responden memperkirakan akan tetap bekerja setelah usia pensiun. Bagi sebagian orang, ini pilihan. Namun bagi lainnya, itu menjadi kebutuhan.
Di momen Imlek ini, kamu bisa mengevaluasi: apakah keputusan bekerja lebih lama merupakan strategi sadar atau akibat belum adanya perencanaan?
“Semakin banyak orang Indonesia yang umurnya lebih panjang. Namun, terlalu banyak yang masih tidak yakin apakah mereka bisa pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran institusi keuangan semakin penting: menyediakan panduan dan solusi yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan, serta membantu masyarakat membangun masa depan dengan pensiun dibentuk peluang, bukan tekanan,” kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo dalam keterangan yang diterima Merahputih.com.
Baca juga:
Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat
3. Jangan Menunda Perencanaan Hingga Terlambat
Sebanyak 24 persen responden mengaku belum memiliki rencana pensiun sama sekali, dan 34 persen baru mulai merencanakan dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja.
Perencanaan yang dimulai lebih awal memberi ruang lebih besar untuk fleksibilitas di masa depan.
4. Bijak Menggunakan Informasi Digital
Survei mencatat peningkatan penggunaan generative AI untuk mencari informasi finansial dari 13 persen menjadi 30 persen. Kemudahan akses informasi dapat membantu memahami opsi, tapi keputusan jangka panjang tetap membutuhkan pertimbangan menyeluruh.
Memulai tahun baru dengan literasi finansial yang lebih baik bisa menjadi resolusi yang konkret.
5. Kesehatan Jadi Aset Jangka Panjang
Sebanyak 58 persen responden yang merasa lebih optimistis terhadap pensiun menyebut kondisi fisik yang lebih baik sebagai alasan utama. Di sisi lain, kesehatan yang menurun menjadi salah satu faktor percepatan pensiun bagi sebagian responden.(*)
Baca juga:
Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan