5 Refleksi Finansial untuk Generasi Sandwich di Tahun Baru Imlek Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026
5 Refleksi Finansial untuk Generasi Sandwich di Tahun Baru Imlek Ini

ilustrasi. (Foto: pixabay/dan_park)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TAHUN baru Imlek memang dirayakan warga Tionghoa. Namun, tak ada salahnya menggunakan momen tahun yang baru di kalender Lunar ini sebagai momen refleksi untuk memulai lembaran baru.

Faktanya, banyak pekerja Indonesia melihat perayaan ini sebgai menjadi pengingat akan tanggung jawab finansial lintas generasi. Survei Sun Life menunjukkan 90 persen pekerja Indonesia saat ini menopang orangtua sekaligus anak. Dampaknya, 40 persen responden mengaku menurunkan ekspektasi gaya hidup saat pensiun dan 23 persen memperkirakan harus menunda atau tetap bekerja setelah usia pensiun.

Di tengah suasana Imlek yang menekankan nilai keluarga dan keberlanjutan, berikut lima refleksi finansial yang relevan bagi generasi sandwich.

Baca juga:

Ramalan Zodiak 8 November 2025: Cinta Bersemi, Tapi Ada yang Harus Waspada Finansial!


1. Tanggung Jawab Keluarga Merupakan Kekuatan, tapi Perlu Batas Sehat



Tradisi mendukung orangtua menjadi bagian kuat dari budaya Asia, termasuk Indonesia. Namun, data menunjukkan 71 persen responden masih membutuhkan tambahan penghasilan untuk menjaga stabilitas finansial mereka sendiri.

Menjaga keseimbangan antara bakti dan keberlanjutan finansial pribadi menjadi kunci agar dukungan kepada keluarga tidak mengorbankan masa depan sendiri.



2. Pensiun bukan Lagi Soal Usia, melainkan Kesiapan




Sebanyak 77 persen responden memperkirakan akan tetap bekerja setelah usia pensiun. Bagi sebagian orang, ini pilihan. Namun bagi lainnya, itu menjadi kebutuhan.

Di momen Imlek ini, kamu bisa mengevaluasi: apakah keputusan bekerja lebih lama merupakan strategi sadar atau akibat belum adanya perencanaan?

“Semakin banyak orang Indonesia yang umurnya lebih panjang. Namun, terlalu banyak yang masih tidak yakin apakah mereka bisa pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran institusi keuangan semakin penting: menyediakan panduan dan solusi yang mengubah ketidakpastian menjadi pemberdayaan, serta membantu masyarakat membangun masa depan dengan pensiun dibentuk peluang, bukan tekanan,” kata Presiden Direktur Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo dalam keterangan yang diterima Merahputih.com.

Baca juga:

Makna Imlek 2026: Tahun Shio Kuda Api yang Bawa Energi Perubahan Kuat



3. Jangan Menunda Perencanaan Hingga Terlambat




Sebanyak 24 persen responden mengaku belum memiliki rencana pensiun sama sekali, dan 34 persen baru mulai merencanakan dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja.

Perencanaan yang dimulai lebih awal memberi ruang lebih besar untuk fleksibilitas di masa depan.



4. Bijak Menggunakan Informasi Digital




Survei mencatat peningkatan penggunaan generative AI untuk mencari informasi finansial dari 13 persen menjadi 30 persen. Kemudahan akses informasi dapat membantu memahami opsi, tapi keputusan jangka panjang tetap membutuhkan pertimbangan menyeluruh.

Memulai tahun baru dengan literasi finansial yang lebih baik bisa menjadi resolusi yang konkret.



5. Kesehatan Jadi Aset Jangka Panjang




Sebanyak 58 persen responden yang merasa lebih optimistis terhadap pensiun menyebut kondisi fisik yang lebih baik sebagai alasan utama. Di sisi lain, kesehatan yang menurun menjadi salah satu faktor percepatan pensiun bagi sebagian responden.(*)




Baca juga:

Warna Merah dan Imlek, Simbol Perayaan dan Harapan Keberuntungan

#Finansial #Imlek #Literasi Keuangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Apa Dampaknya Buat Rakyat?
DPR RI sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Regulasi ini atur struktur kelembagaan, pengawasan, dan pengadilan khusus. Apa efeknya bagi rakyat?
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Apa Dampaknya Buat Rakyat?
Indonesia
DPR Setujui Pembahasan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Luar Prolegnas
Undang-Undang tentang PFFI tersebut merupakan amanat ketentuan Pasal 248A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Undang-Undang P2SK
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
DPR Setujui Pembahasan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia di Luar Prolegnas
Indonesia
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
MSCI terus menyoroti beberapa aspek krusial di pasar saham Tanah Air, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
MSCI masih Evaluasi Status Pasar RI, DPR: Momentum Percepat Reformasi Bursa Saham
Berita
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan Nasabah PNM Mekaar Berhasil Naik Kelas
Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM mencatat peningkatan signifikan nasabah PNM Mekaar yang naik kelas pada 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan Nasabah PNM Mekaar Berhasil Naik Kelas
Indonesia
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Fleksibilitas fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah dinilai terus tergerus akibat respons kebijakan dalam negeri yang kurang kredibel dan minim sinkronisasi teknokrasi antarkementerian.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Ekonomi Tertekan Situasi Global, INDEF Minta Pemerintah Perbaiki Kebijakan Domestik
Lifestyle
Ramalan Zodiak 5 Mei 2026: Yakin Asmara dan Keuangan Anda Aman?
Ramalan zodiak hari ini 5 Mei 2026 fokus asmara dan keuangan. Simak masalah yang muncul dan saran terbaik untuk setiap zodiak.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
Ramalan Zodiak 5 Mei 2026: Yakin Asmara dan Keuangan Anda Aman?
Lifestyle
Ramalan Zodiak 21 April 2026: Asmara dan Keuangan, Ada Hambatan?
Ramalan zodiak hari ini 21 April 2026 lengkap 12 zodiak. Cek kondisi asmara dan keuangan yang diprediksi bermasalah serta saran terbaiknya.
ImanK - Senin, 20 April 2026
Ramalan Zodiak 21 April 2026: Asmara dan Keuangan, Ada Hambatan?
Lifestyle
Ramalan Zodiak 11 April 2026: Cinta Memanas, Keuangan Perlu Waspada
Ramalan zodiak hari ini 11 April 2026 soal asmara dan keuangan. Temukan masalah yang muncul dan saran terbaik untuk setiap zodiak.
ImanK - Jumat, 10 April 2026
Ramalan Zodiak 11 April 2026: Cinta Memanas, Keuangan Perlu Waspada
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Lifestyle
Ramalan Zodiak, 1 April 2026: Asmara dan Keuangan Diuji!
Ramalan zodiak 1 April 2026: asmara dan keuangan diuji. Temukan masalah yang muncul dan saran terbaik untuk setiap zodiak hari ini.
ImanK - Selasa, 31 Maret 2026
Ramalan Zodiak, 1 April 2026: Asmara dan Keuangan Diuji!
Bagikan