5 Musisi yang Tak Pernah Lekang Oleh Zaman

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 11 April 2017
5 Musisi yang Tak Pernah Lekang Oleh Zaman

facebook Iwan Fals

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Kualitas musisi Indonesia memang sudah tak diragukan. Selain di negara sendiri, musisi Indonesia juga merajai negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan beberapa waktu lalu ratusan musisi Malaysia sempat menuntut kerajaan untuk membatasi peredaran dan pemutaran lagu-lagu Indonesia di semua stasiun radio.

Namun, seperti industri lainnya, dunia musik pun berjalan dinamis, banyak musisi yang kalah bersaing dan digantikan dengan musisi baru. Bahkan jika diperhatikan hampir setiap bulannya muncul musisi baru yang ikut meramaikan blantika musik Indonesia.

Menariknya, dalam silih bergantinya musisi Indonesia, ada juga musisi yang tetap bertahan dan eksis hingga sekarang. Bahkan istilah musisi lintas generasi sangat layak dinobatkan untuk musisi tersebut. Siapa saja mereka?

Iwan Fals

Facebook Iwan Fals

Siapa yang tidak kenal dengan musisi yang satu ini. Bernama asli Virgiawan Listanto, musisi berusia 55 tahun itu mengawali karirnya di tahun 70an. Saat itu hingga sekarang Iwan Fals sering mengeluarkan lagu kritikan sosial, prilaku seseorang hingga bencana alam. Tapi ada pula lagu yang menceritakan tentang kisah cinta.

Kharisma Iwan Fals serta musik-musiknya yang cenderung merakyat membuat Iwan Fals digandrungi kaum 'akar rumput'. Bahkan Iwan Fals punya penggemar fanatik yang dikenal sebagai Orang Indonesia (OI). Beberapa lagu yang masih diputar hingga sekarang seperti Ibu, Wakil Rakyat, Sarjana Muda dan Mata Indah Bola Pingpong.

Benyamin Sueb

youtube.com

Benyamin Sueb adalah salah satu musisi yang merasakan pahit getirnya kehidupan. Si bungsu delapan bersaudara ini sejak kecil sudah diizinkan untuk mengamen. Uang yang didapat tersebut nantinya diberikan ke para kakaknya untuk biaya sekolah. Saat itu Benyamin sering menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang.

Kesuksesan Benyamin di dunia musik bermula saat ia bergabung di grup musik Naga Mustika. Naga Mustika juga merekrut Ida Royani dan dibuat berduet dengan Benyamin. Saat itu lagu-lagu mereka sering diperdendangkan. Bahkan Lilis Suryani salah satu penyanyi terkemuka Indonesia tersaingi oleh duet maut Benyamin dan Ida.

Koes Plus

youtube.com

Koe Plus yang terbentuk di tahun 1969 adalah grup musik lanjutan dari Koes Bersaudara. Meski sudah lama terbentuk grup musik ini masih sering tampil dipentas musik meskipun hanya Yon Koeswoyo yang masih tersisa di band tersebut. Lagu-lagu dari Koes Plus juga banyak dinyanyikan oleh pemusik lain seperti Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan oleh Chisye dan Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Grup band Koes Plus pun sempat menjadi kiblat musik pop di zamannya. Selain itu Koes Plus juga pernah mendapatkan rekor karena mengeluarkan 22 album dalam waktu setahun di tahun 1974 yang terdiri dari album lagu baru, album the best dan album instrumentalia.

Chrisye

youtube.com

Terakhir yang bisa dianggap sebagai musisi legenda adalah Chrisye. Pria bernama asli Chrismansyah Rahadi ini memulai karirnya di dunia musik di akhir tahun 60an. Saat itu ia masuk ke dalam grup musik bernama Sabda Nada (yang kemudian hari berganti nama menjadi Gipsy).

Di tahun 90an Chrisye pernah menggelar konser tunggalnya di JCC, Jakarta yang berkolaborasi dengan Erwin Gutawa dan Jay Subyakto. Saat ini lagu Crisye terbilang lagu yang paling banyak di remake dan dinyanyikan ulang oleh musisi lain seperti Untukku, Lilin-Lilin Kecil dan Pelangi.

Slank

(ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Meski masih terbilang muda dibandingkan empat musisi sebelumnya, grup band Slank cukup pantas mendapat gelar grup band lintas generasi. Berdiri sejak 1983, grup yang sempat gonta-ganti personel ini telah memiliki puluhan album. Berdasarkan data dari wikipedia Slank juga menyandang predikat Indonesia's Highest-Paid Music Star (bintang musik berbayaran termahal) pada tahun 2008 dan 2009 dengan honor Rp 500 Juta per show.

Sama seperti Iwan Fals, Slank pun punya fans fanatik bernama Slanker. Saking fanatiknya Bimbim pernah mendapat ancaman akan dibunuh oleh fansnya jika membubarkan band bergenre rock blues ini di tahun 90an. Saat itu ada perpecahan di tubuh Slank yang mengharuskan Bongky, Pay dan Indra keluar.

Sahabat Merahputih, itulah kelima musisi yang pantas mendapatkan gelar musisi lintas generasi. Selain artikel ini Anda juga bisa baca Gita Gutawa Memaknai 'Memang Kenapa Bila Aku Perempuan'

#Musik #Musisi #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Uan Kaisar Ungkap Alasan
Menurut Uan, ada kendala terkait dengan pembayaran bagasi serta kepastian penginapan yang menjadi bagian dari kebutuhan perjalanan mereka menuju Batam.
Dwi Astarini - 1 jam, 1 menit lalu
Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Uan Kaisar Ungkap Alasan
ShowBiz
Lirik Lagu 'Anak Kampung' yang Viral TikTok, Dipakai Dance oleh Personel Hearts2Hearts
Lagu 'Anak Kampung” kembali viral di TikTok. Versi Bulan Triana yang dirilis pada 2021 telah digunakan sekitar 1,5 juta kali, termasuk oleh Hearts2Hearts.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Lirik Lagu 'Anak Kampung' yang Viral TikTok, Dipakai Dance oleh Personel Hearts2Hearts
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Kurasi, Gandeng Empat Entitas Musik
Festival ini kembali menempatkan diri sebagai ruang pertemuan bagi berbagai elemen dalam ekosistem musik Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Synchronize Fest 2026 Perluas Ruang Kurasi, Gandeng Empat Entitas Musik
ShowBiz
Kevin Parker Tame Impala Setop Layani Permintaan Foto dan Tanda Tangan di Tempat Umum
Kevin Parker Tame Impala untuk sementara berhenti melayani permintaan foto dan tanda tangan di hotel, bandara, serta area parkir konser.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kevin Parker Tame Impala Setop Layani Permintaan Foto dan Tanda Tangan di Tempat Umum
ShowBiz
Ketika Kuasa Membatasi Kebebasan, Jangar Suarakan Kritik Lewat Lagu 'Air Keras'
Jangar merilis single 'Air Keras' sebagai pembuka menuju album kedua, Raja Pasir. Lagu ini mengangkat isu tindakan represif dan kekuasaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketika Kuasa Membatasi Kebebasan, Jangar Suarakan Kritik Lewat Lagu 'Air Keras'
ShowBiz
SI JOJO Hadirkan 'Think I Like You', Cerita Ringan tentang Rasa yang Mulai Tumbuh
SI JOJO menghadirkan 'Think I Like You', lagu dengan lirik ringan yang menggambarkan fase awal ketika seseorang mulai menyadari rasa suka kepada orang lain.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SI JOJO Hadirkan 'Think I Like You', Cerita Ringan tentang Rasa yang Mulai Tumbuh
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif
Synchronize Fest 2026 digelar 16–18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran. Ada Geisha, Project Pop, C’mon Lennon, Perunggu, hingga pertunjukan kolektif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Synchronize Fest 2026 Hadirkan Reuni Geisha, Project Pop, hingga Ragam Pertunjukan Kolektif
ShowBiz
Makna Lagu 'Dunia Imajiner', Ruang Khayal Rony Parulian dalam Album Kedua
Lagu ini menggambarkan sisi imajinatif dari sebuah perasaan, ketika kehadiran seseorang begitu memenuhi pikiran.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Makna Lagu 'Dunia Imajiner', Ruang Khayal Rony Parulian dalam Album Kedua
ShowBiz
'SaWaDiKa' Lisa Jadi MV Tercepat 2026 Raih 100 Juta Penonton
Music video lagu tersebut disebut menjadi video musik dengan pencapaian 100 juta penonton tercepat di YouTube sepanjang 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
'SaWaDiKa' Lisa Jadi MV Tercepat 2026 Raih 100 Juta Penonton
ShowBiz
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
SINTESIS mempertemukan YKRUMK, TECHOO, dan ZEINSONE dalam proyek kolaborasi graffiti yang menggabungkan mural, musik, dan skate bowl.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
SINTESIS, Kolaborasi Tiga Seniman Graffiti Jogja yang Mempertemukan Mural, Musik, dan Skateboard
Bagikan