Merahputih.com - Igor Tudor resmi mengakhiri masa jabatan sebagai manajer interim Tottenham Hotspur setelah hanya bertahan selama 43 hari di London Utara. Keputusan ini menyusul performa buruk Tottenham yang mencapai puncaknya saat kekalahan memalukan 0-3 dari Nottingham Forest di kandang sendiri pada Minggu (29/3).
Manajemen Tottenham Hotspur mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak pria asal Kroasia tersebut guna menyelamatkan sisa musim kompetisi.
Baca juga:
Hanya 6 Pekan Tangani Tottenham Hotspur, Igor Tudor Dipecat, 2 Nama Lain Ikut Pergi
Keluarnya Igor Tudor menempatkan namanya ke dalam daftar hitam pelatih dengan masa jabatan paling singkat sepanjang sejarah Premier League sejak 1992. Dengan durasi hanya 43 hari, Tudor menempati posisi keempat dalam daftar pelatih tercepat yang meninggalkan kursi kepelatihan.
Berikut adalah 7 pelatih dengan masa jabatan paling singkat di kasta tertinggi sepak bola Inggris:
1. Sam Allardyce (Leeds United): 30 Hari (3 Mei 2023-2 Juni 2023)

Manajemen Leeds United menunjuk Allardyce pada akhir musim 2022-2023 sebagai langkah darurat menggantikan Javi Gracia. Saat itu, klub asal West Yorkshire tersebut menempati posisi ke-17 dan hanya unggul selisih gol dari zona merah. Namun, kehadiran pria yang akrab disapa "Big Sam" ini tidak memberikan dampak instan yang diharapkan para penggemar.
Dalam empat pertandingan krusial, Leeds United hanya mampu mengamankan satu poin. Kekalahan dari Manchester City mengawali debut Allardyce, disusul hasil imbang melawan Newcastle United, serta dua kekalahan telak dari West Ham dan Tottenham Hotspur. Torehan ini menempatkan Leeds di posisi ke-19 dengan selisih lima poin dari batas aman.
Meskipun berstatus kontrak jangka pendek, posisi Allardyce secara administratif merupakan manajer tetap, bukan interim. Hal ini membuatnya memegang rekor durasi kerja paling sebentar bagi pelatih non-caretaker di Premier League. Masa tugasnya berakhir secara otomatis pada 2 Juni 2023 tanpa adanya pemutusan hubungan kerja sepihak.
Kegagalan ini menandai degradasi kedua bagi Allardyce sepanjang kariernya, setelah sebelumnya juga gagal mempertahankan West Bromwich Albion pada musim 2020-2021. Pengamat sepak bola mencatat hanya Bournemouth yang memiliki performa lebih buruk daripada Leeds dalam empat laga terakhir musim tersebut.