40 Tahun Tertimbun di Gudang, Mobil ini hanya Ada Satu di Dunia

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 02 September 2017
40 Tahun Tertimbun di Gudang, Mobil ini hanya Ada Satu di Dunia

Daytona Ferari (Foto: sotheby's)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Banyak yang tidak menyangka mobil ini benar-benar ada. Faktanya, Ferrari memang pernah memproduksi versi jalanan Daytona dengan bodi sepenuhnya terbuat dari aluminium. Namun, selama 40 tahun terakhir, mobil itu tak pernah ditemukan.

Hal itu disebabkan mobil mewah ini tertimbun debu di sebuah gudang di Jepang setelah dikirim keluar dari Italia pada 1971.

Temuan signifikan

Antara tahun 1969 dan 1973, Ferrari memproduksi lebih dari 1.200 unit seri 365 GTB/4. Seri itu merupakan mobil dua kursi grand tourer dengan kecepatan mencapai 174 mph. Secara tidak resmi, produksi itu dijuluki ‘Daytona’.

Pabrikan itu juga membuat lima mobil versi ringan yang terbuat dari logam campuran. Mobil itu digunakan untuk bersaing dalam lomba ketahanan 24 Hours of Daytona. Hanya satu dari lima mobil versi ringan itu yang layak jalan.

Mobil itulah yang kemudian ditemukan di sebuah gudang di Jepang, tertimbun dalam debu. Mobil klasik ini memiliki nomor chassis 12653 dengan keseluruhan bodinya terbuat dari aluminium. Desainer mobil ternama Sergio Scaglietti, pemilik bengkel mobil Carrozzeria, ialah orang yang ada di balik pengerjaan chassis dan perakitan bodi mobil Ferrari sejak 1950-an.

"Kabarnya, hanya ini mobil berbodi logam campuran nonbalap 365 GTB/4 yang pernah dibuat," kata Jared Zaugg, seorang ahli mobil klasik dan konsultan pada lelang mobil klasik dalam sebuah surat elektronik.

"Bodi yang terbuat dari logam campuran lebih ringan, sehingga meningkatkan kinerja mobil. Sebagai tambahan, kondisi mobil yang masih asli tanpa modifikasi, tersimpan lama, ini mobil yang sangat istimewa. Ini temuan yang signifikan."

Fitur mobil langka ini meliputi kaca lampu depan yang terbuat dari plexiglass, interior kulit berwarna hitam, dan power window.

Interior Daytona

Besar di Jepang

Setelah selesai diproduksi pada 1969, mobil itu diekspor ke diler Jepang pada 1971. Mobil itu ditampilkan dalam edisi Januari 1972 Car Graphic, sebuah majalah automotif Jepang. Setelah beberapa kali berpindah tangan, mobil itu berakhir di gudang pemilik terakhirnya, Makoto Takai, pada 1980.

Kisah penemuan mobil ini amat mirip dengan penemuan Daytona buatan Shelby. Mobil itu tersembunyi selama 30 tahun hingga ditemukan pada 2001.

Eksterior Daytona

Lelang

Mobil Daytona yang sangat istimewa ini akan menjadi bagian dari lelang terbesar Ferrari. Lelang itu akan dielar di pabrik perakitan mereka di Maranello, Italia, pada 9 September mendatang. Daytona temuan itu akan dijual dalam kondisi saat ditemukan di gudang, tanpa restorasi. Angka odometer mobil itu sendiri menunjukkan 22.000 mil.

Rumah lelang Sotheby's memperkirakan mobil itu bernilai hingga 1,7 juta euro (2 juta dolar AS), sebagaimana yang tertera di katalog lelang.

"Saya pikir itu optimistis," kata Zaugg. "Memiliki mobil ini akan memberikan pemiliknya hak untuk membual, ‘saya memiliki satu-satunya mobil model ini di dunia’. Apa pun itu, ini merupakan mobil Ferari yang mengagumkan, sangat asli, berperforma tinggi. Tentunya dengan kisah yang hebat di belakangnya," ujarnya.(*)

Sumber: CNN

Baca juga Ferrari Pamer Mobil Baru di Perayaan 70 Tahun Berdirinya Fondasi Ferrari

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan