4 Perlakuan Khusus untuk Menyajikan Wine ini Sering Dianggap Sepele
MP/Rizky Fitrianto
Di Indonesia, wine memang masih menjadi barang mewah. Dengan harga ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah per-botol semakin menjelaskan bahwa wine punya pasar kelas menengah ke atas.
Wine memang jenis minuman yang cukup berbeda dengan minuman beralkohol lainnya. Minuman dari fermentasi buah anggur ini cukup sensitif bila mendapat perlakukan yang tidak semestinya.
Penasaran dengan perlakuan khusus tersebut, Muchammad Yani dari merahputih.com mencoba mendatangi seorang sommelier (baca: samel’ye), yakni orang yang ahli tentang wine, Mahfudz atau akrab disapa Apoe di Clique Lounge, Gading Serpong, Kabupaten Tanggerang, Kamis (2/2) malam.
Kebetulan, tempat kuliner yang cukup diminati oleh kalangan anak muda Tanggerang itu sedang meluncurkan minuman wine merek baru bernama Crane Lake Moscato, Coastal Ridge Cabernet Sauvignon dan Coastal Ridge White Zinfandel.
4. Disimpan di Suhu 14 Hingga 18 Derajat Celsius
Perlakuan khusus pertama adalah bagaimana cara menyimpan sebotol wine. Menurut Apoe, suhu 14 hingga 18 derajat celsius merupakan suhu yang cukup pas untuk menyimpan wine. Bila wine kurang atau lebih dari suhu yang sudah ditentukan maka rasa wine kemungkinan akan berubah.
"Penyimpanan wine paling bagus diangka 14 derajat sampai 18 derajat. Karena kita ngikutin suhu di luar sana, dari pertama bikin di sana," kata Apoe.
3. Harus Menggunakan Gelas Khusus
Ada hal yang membedakan wine dengan minuman beralkohol lainnya, salah satunya adalah gelas yang dipakai. Gelas wine harus bertangkai dan berbentuk bulat atau lonjong. Selain itu, yang paling penting adalah gelas terbuat dari kristal atau kaca bening dan polos tanpa motif.
Gelas bening dan tanpa motif tersebut juga berfungsi untuk melihat warna asli dari wine. Pasalnya warna bisa menjadi indikator umur dari wine. Selain itu gelas polos juga dapat memudahkan orang untuk melihat kadar alkohol dan gula dalam wine.
2. Ada Cara Khusus Menuangkan Wine
Menuangkan wine ternyata tidak boleh sembarangan, apalagi wine yang dimiliki adalah wine tua. Pasalnya semakin tua wine maka semakin banyak sedimen dari gula yang muncul.
"Wine yang semakin tua semakin banyak sedimen (endapan). Kalau dia ada getaran sedikit, sedimen akan naik lagi ke atas. makanya harus perlu alat pemisah. Ada satu alat, kayak gelas bentuknya harus dituang dulu, tuangnya juga pelan-pelan," ungkapnya.
1. Cara Memengang Gelas Wine
Ternyata, cara memengang gelas wine pun berbeda dengan minuman lainnya. Satu hal yang harus diperhatikan adalah jangan menyentuh dinding gelas dengan tangan. Alasannya, gelas yang disentuh oleh tangan akan mempengaruhi suhu pada wine.
"Apabila kita pegang, mau enggak mau tangan kita jadi kompor. Wine yang tadinya 20 derajat celsius kita angetin jadi 25 derajat, mau enggak mau ada masak, kita enggak mau kayak gitu. Pemasakan itu yang membuat rasa berubah," kata Apoe.
MP Friends, itulah perlakuan khusus untuk jenis minuman wine. Sebagai referensi, mungkin kalian bisa datang ke Clique Lounge untuk menikmati segelas wine.
Oh iya, MP Friends sudah tahu belum tentang cara membedakan DJ profesional atau tidak? kalau belum coba baca Dua Hal ini yang Membuat Seorang DJ Bisa Dikatakan Profesional atau Tidak.