4 Alasan Film 'Gowok: Kamasutra Jawa' Layak Dinantikan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Mei 2025
4 Alasan Film 'Gowok: Kamasutra Jawa' Layak Dinantikan

Film Gowok: Kamasutra Jawa segera tayang pada Juni 2025. (Foto: IMDb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Film Gowok: Kamasutra Jawa segera tayang pada Juni 2025. Film dengan referensi budaya jawa ini, menampilkan profesi yang dianggap tabu dan kontroversial.

Film Gowok: Kamasutra Jawa merupakan salah satu karya yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Produksi film ini sendiri sidah berlangsung sejak 8 Juli 2024.

Sementara itu, film ini sudah ditayangkan secara perdana di International Film Festival Rotterdam (IFFR) pada awal tahun 2025.

Film yang melibatkan banyak artis papan atas tanah air ini, sangat ditunggu-tunggu kehadirannya di layar bioskop Tanah Air.

Lewat trailer berdurasi dua meni, film ini menggambarkan cerita perjalanan sekumpulan perempuan Jawa yang berprofesi sebagai Gowok, 'guru seks' untuk calon mempelai laki-laki sebelum menikah.

Salah satu perempuan Gowok, berharap bisa menikahi muridnya karena perasaan cinta tumbuh antara keduanya. Namun, status sosial masa itu menghalangi hubungan yang tak dikehendaki. Upaya balas dendam bergulir di kehidupan masa depan mereka.

Baca juga:

Tradisi Gowok, Melatih 'Kejantanan' Pria

Alasan Film 'Gowok: Kamasutra Jawa' Layak Dinantikan

1. Pengenalan Budaya Jawa

Zaman dahulu ada sebuah profesi diyakini sebagai guru pra pernikahan. Gowok merupakan representasi guru yang dimaksud dengan konsep dan pendekatan budaya jawa yang kental.

Materi pembelajaran ini bukan diambil asal-asalan. Melainkan bersumber dari Serat Centini, Nitimani, dan Wulangreh.

Gowok mengajarkan muridnya bagaimana menjadi suami yang tegas dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Gowok juga yang mengajarkan keterampilan seksual bagi calon pengantin.

Penonton akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana budaya Jawa memandang hubungan intim dan peran wanita dalam masyarakat.

Biasanya, keluarga-keluarga yang melakukan praktik Gowok berasal dari keluarga berada alias bangsawan. Lantaran para gowok ini dibayar, bukan gratis.

Seiring perkembangan zaman, praktik Gowok dianggap tidak relevan. Sekitar peristiwa 65 karena dianggap sebagai praktik prostitusi terselubung.

2. Visual yang Menarik

Film ini mengambil latar cerita pada tahun 60-an, memiliki ambiance visual yang memukau, dengan atmosfer dan desain produksi yang membawa penonton ke era 1960-an di Jawa.

Penonton akan disuguhkan dengan warna-warna yang cerah dan pengaturan yang detail, membuat film ini sangat estetik.

Baca juga:

Film 'Gowok: Kamasutra Jawa' Segera Tayang di Bioskop, Intip Sinopsis, Trailer, hingga Jadwal Penayangannya

3. Cerita yang Unik

Gowok: Kamasutra Jawa memiliki cerita yang unik dan menarik, dengan plot balas dendam yang kompleks dan penuh intrik. Penonton akan disuguhkan dengan dinamika hubungan yang rumit antara karakter-karakter utama.

4. Pesan tentang Emansipasi Perempuan

Film ini juga menyampaikan pesan tentang emansipasi wanita dan hak-hak perempuan dalam masyarakat. Penonton akan melihat bagaimana karakter wanita utama memperjuangkan hak-haknya dan menantang norma-norma sosial yang ada. (Tka)

#Film #Film Indonesia #Film Indonesia Terbaru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
3 Fakta Film 'Clayface' yang Segera Tayang di Indonesia, Ada Transformasi Horor Matt Hagen
Film Clayface tayang di bioskop Indonesia 21 Oktober 2026. Simak tiga fakta tentang Matt Hagen, transformasi horor, dan sejarah Clayface di dunia Batman.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
3 Fakta Film 'Clayface' yang Segera Tayang di Indonesia, Ada Transformasi Horor Matt Hagen
Lifestyle
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
Film yang berlatar Indonesia tahun 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan, film ini mengikuti perjalanan Frans (Nicholas Saputra) bersama empat karakter lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
ShowBiz
Florence Pugh Ungkap Masuk 'Spider-Man: Brand New Day' gara-gara Tom Holland
Holland sudah menyebut namanya sebagai salah satu aktor Marvel yang ingin diajak bekerja sama dalam film Spider-Man berikutnya.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Florence Pugh Ungkap Masuk 'Spider-Man: Brand New Day' gara-gara Tom Holland
ShowBiz
'Spider-Man: Brand New Day' Bakal Hadirkan Cuplikan Baru, Claire Temple Kembali?
Spider-Man: Brand New Day akan merilis cuplikan baru. Kabarnya, Claire Temple bakal muncul di cuplikan tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
'Spider-Man: Brand New Day' Bakal Hadirkan Cuplikan Baru, Claire Temple Kembali?
Lifestyle
Rekomendasi 8 Film untuk Melihat Tragedi 1965 dari Sisi Lain
Film-film ini bisa menjadi pilihan tontonan untuk memperluas perspektif dan melihat bagaimana peristiwa tersebut memengaruhi kehidupan banyak orang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Rekomendasi 8 Film untuk Melihat Tragedi 1965 dari Sisi Lain
ShowBiz
Hulk Dikabarkan Muncul di 'Avengers: Doomsday', Russo Bersaudara Akhirnya Buka Suara
Hulk dikabarkan bakal muncul di Avengers: Doomsday. Russo bersaudara akhirnya buka suara soal kemunculan hero tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Hulk Dikabarkan Muncul di 'Avengers: Doomsday', Russo Bersaudara Akhirnya Buka Suara
ShowBiz
Film 'Game of Thrones: Aegon's Conquest' Tayang 1 Juni 2029, ini Sinopsisnya
Film Game of Thrones: Aegon's Conquest bakal tayang 1 Juni 2029. Film ini mengisahkan penaklukan Westeros oleh Raja Aegon I Targaryen.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Film 'Game of Thrones: Aegon's Conquest' Tayang 1 Juni 2029, ini Sinopsisnya
Indonesia
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
Sebanyak tujuh pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Kisahnya pun diangkat ke dalam film.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur saat Peristiwa G30S/PKI, Diceritakan dalam Film
ShowBiz
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Sinopsis film Pengkhianatan G30S/PKI menceritakan tentang penculikan jenderal hingga peristiwa Lubang Buaya.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Sinopsis Film 'G30S/PKI': Kisah Penculikan Jenderal hingga Peristiwa Lubang Buaya
Indonesia
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Film G30S PKI memiliki durasi yang sangat panjang, yaitu 4 jam 31 menit. Namun, ada alasan di balik panjangnya durasi tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Durasi Film G30S/PKI Tembus Lebih dari 4 Jam, Ternyata ini Alasan di Baliknya
Bagikan