MerahPutih.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ182. Update sementara, tim DVI telah menerima 308 kantong jenazah.
"Kemudian update hari ini, kami telah menerima sebanyak 308 kantong (jenazah) dari fase 1 di Tanjung Priok," kata Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, kepada wartawan di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (18/1).
Baca Juga
DPR Minta KNKT Segera Selesaikan Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182
Hery menambahkan tim DVI juga telah menerima 438 sampel, baik dari antemortem maupun postmortem. Untuk properti yang diterima, lanjutnya, sebanyak 168 kantong.
"Update teridentifikasi, kami telah berhasil mengidentifikasikan 29 korban dan 15 di antaranya telah diserahkan kepada keluarganya," tambahnya.
Hery mengatakan ke-62 keluarga korban Sriwijaya Air SJ182 telah datang ke tim DVI untuk melapor dan memberi data yang dibutuhkan kepada petugas. DVI Polri sudah menerima lengkap, 62 laporan orang hilang, 32 laki-laki dan 30 perempuan.
Tim tetap mendalami, menganalisa, dan melakukan evaluasi untuk data-data yang masuk. "Seperti yang kami sampaikan kemarin, Kami tetap memerlukan data-data pelengkap," jelas Hery.
Yang teranyar, bayi berusia 11 bulan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil teridentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Bayi tersebut adalah Fao Nuntias Zai, anak dari Arneta Fauzia penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ - 182.
Selain Fao, empat penumpang lain berhasil teridentifikasi. Mereka yang berhasil teridentifikasi ialah pramugari Yuni Dwi Saputri (34), Iuskandar (52), Oke Dhurrotul Jannah (24) pramugari, dan satu lagi tidak disebutkan namanya.
Sehingga bila dikalkulasi, dari 62 penumpang sudah 29 penumpang teridentifikasi. Sisanya 33 korban masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI. (Knu)
Baca Juga:
Basarnas Turunkan Kapal Pendeteksi Bawah Laut ke Lokasi Jatuh Sriwijaya Air