MerahPutih.com - Sebanyak 15 Klub yang menamakan diri Forum Klub Profesional Indonesia menyampaikan protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait transparansi selama kompetisi Liga 1.
Ke-15 klub tersebut mengancam mogok bermain pada sisa laga musim ini jika dalam waktu 14 hari protes mereka tidak ditanggapi oleh PT LIB. Sejatinya, masalah ini bukan sesuatu yang mengagetkan.
Koordinator Save Our Soccer #SOS, Akmal Marhali, sudah pernah mengingatkan tentang bahaya laten yang bisa muncul tiba-tiba karena tak transparannya PSSI, LIB serta terkait legal standing PT LIB dan juga sponsor.
"Apa yabg disampaikan 15 klub sejatinya resume dari apa yang sudah disampaikan #SOS dari awal musim," kata Akmal kepada MerahPutih.com, Jumat (6/10).
Lebih lanjut Akmal meminta kepada 15 klub itu tidak hanya memberikan gertakan kepada LIB, namun pembuktian. "Kalau cuma gertakan tak lebih dari politik kepentingan," sambungnya.
"Ini kan sejatinya yang ribut mereka-mereka juga, orangnya itu-itu aja. Makanya, perlu pembuktian bukan cuma gertakan. Bila memang untuk sepak bola indonesia yang lebih baik
. Tapi, kalo sebatas buat konflik kepentingan ya sepak bola jangan dikorbankan," sambungnya.
Sesungguhnya apa yang disampaikan 15 klub itu adalah akumulasi dari permasalahan yang didiamkan. PSSI dan LIB harus tanggap dan bijaksana dalam meresponnya.
15 tuntutan dari Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia:
1. Breakdown sumber dana
2. Transparansi jumlah sponsor
3. Transparansi share hak siar
4. Pelaksanaan pilihan live pertandingan
5. Formulasi ranking dan fee rating televisi
6. Pemilihan waktu pertandingan
7. Transparansi penggunaan anggaran
8. Legal standing hubungan LIB dan klub
9. Kejelasan perjanjian hak dan kewajiban LIB dan klub
10. Hak gaji pemain yang dipanggil timnas
11. Regulasi kompetisi secara umum
12. Penugasan wasit asing
13. Kebijakan kompetisi usia muda
14. Transparansi jumlah pertandingan home dan away
15. Implementasi fairness yang sering dipaksakan