Merahputih.com - Gemuruh Stadion Mapei menjadi saksi bisu ketangguhan pemuda berusia 25 tahun asal Indonesia.
Di bawah guyuran atmosfer ketat Liga Italia, sosok tegap Jay Idzes berdiri tegak bak menara pengawas, menghalau setiap jengkal serangan tim tamu.
Meski rekan setim terusir keluar lapangan, semangat juang sang kapten Timnas Indonesia itu tidak luntur sedikit pun demi menjaga martabat tuan rumah.
Baca juga:
Keajaiban Sepuluh Pemain di Mapei
Sassuolo harus menelan pil pahit kala penyerang Andrea Pinamonti menerima kartu merah langsung pada menit 16.
Wasit mengusir Pinamonti usai melakukan pelanggaran keras terhadap Berat Djimsiti. Kondisi pincang tersebut justru memicu ledakan semangat skuad asuhan Davide Ballardini.
Tuan rumah membuka keunggulan lewat sundulan tajam Ismael Kone menit 23 memanfaatkan umpan silang Armand Lauriente. Memasuki babak kedua, kerja sama apik kembali membuahkan hasil.
Lauriente mengirim umpan matang kepada Kristian Thorstvedt menit 69 guna menggandakan skor menjadi 2-0. Ketenangan lini belakang menjadi kunci utama kemenangan tipis ini.
Baca juga:
Statistik Impresif Sang Benteng Garuda
Jay Idzes mencatatkan performa luar biasa sepanjang 90 menit laga. Berdasarkan data resmi Serie A, Idzes memenangkan dua duel krusial, menciptakan satu cegatan, serta melakukan enam sapuan bersih.
Aksi sigapnya memaksa barisan penyerang Atalanta memutar otak tanpa hasil maksimal.
Atalanta baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui Yunus Musah menit 88. Meski terus menekan hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan Sassuolo.
Kemenangan ini membawa klub berjuluk I Neroverdi naik ke posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.