Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

'Zona Merah: Dead City' Siap Tembus Pasar Global, Debut di Cannes Film Market

Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 Mei 2026

MerahPutih.com - Film Zona Merah: Dead City mulai mencuri perhatian internasional. Menggandeng Barunson E&A, rumah produksi asal Korea Selatan, proyek ini bersiap menembus pasar global menjelang debutnya di Cannes Film Market.

Film ini diproduksi oleh Screenplay Films sebagai adaptasi layar lebar dari serial Zona Merah yang sebelumnya tayang di Vidio, platform milik Emtek Group.

Serialnya sendiri terbilang sukses besar dengan meraih lebih dari 34 juta penayangan, sekaligus mendorong lonjakan jumlah pelanggan—pencapaian yang cukup jarang untuk genre zombie di Indonesia.

Baca juga:

Film 'People Pleaser' Angkat Fenomena Gak Enakan, Segera Tayang di Bioskop

Versi filmnya akan membawa cerita ke arah yang lebih gelap dan intens. Wabah yang sebelumnya terjadi kini menyebar ke kota lain, memaksa diberlakukannya karantina ketat. Di tengah kekacauan itu, tokoh utama Maya masih berjuang mencari adiknya, Adi, dalam situasi yang semakin berbahaya.

Kursi sutradara kembali diisi oleh Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa, yang sebelumnya menggarap serialnya. Tata juga menulis naskah film, sementara Santosa memastikan kesinambungan cerita dari versi serial ke layar lebar tetap terjaga.

Sejumlah pemain lama kembali terlibat, seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, dan Lukman Sardi. Sementara itu, wajah baru seperti Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero turut memperkuat jajaran pemeran.

Baca juga:

Sinopsis Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’, Saat Konten Horor Berubah Jadi Ancaman Nyata

Proses syuting dimulai sejak 7 April dan dijadwalkan rampung pada Mei 2026. CEO Screenplay Films, Wicky V. Olindo, menyebut bahwa adaptasi ke layar lebar merupakan langkah alami setelah kesuksesan serialnya.

Zona Merah menunjukkan bagaimana sebuah cerita bisa terhubung kuat dengan penonton. Mengembangkannya menjadi film adalah langkah yang tepat, baik secara kreatif maupun komersial,” ujarnya. (Tka)

Baca Artikel Asli