Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 16 menit lalu

Merahputih.com - Udara Jakarta terasa lebih sejuk saat hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10). Kondisi ini membuat pelari lebih nyaman mengikuti ajang yang diikuti lebih dari 37 ribu peserta dari 48 negara tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengoptimalkan potensi hujan menjelang festival lari yang berlangsung pada 24–25 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat selama festival berlangsung.

Baca juga:

Parkir GBK saat Konser Kanye West dan Jakarta Running Festival 2026, ini Lokasinya

“Alhamdulillah, sesuai harapan, pada hari pertama Jakarta Running Festival kondisi udara Jakarta terasa lebih nyaman. Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Marulitua, Sabtu (24/10).

BPBD DKI Jakarta mencatat empat sorti penerbangan OMC selama 21–23 Oktober 2026. Penyemaian bahan menggunakan natrium klorida (NaCl) dilakukan dengan pesawat PK-SNH di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Selama periode operasi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tercatat pada Jumat (23/10) di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.

Sejumlah

Meski udara terasa lebih sejuk, BPBD belum dapat memastikan sejauh mana operasi modifikasi cuaca berkontribusi terhadap perubahan kondisi udara di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi sejumlah polutan cenderung menurun di lima wilayah kota administrasi pada Sabtu pagi, terutama pukul 04.00–07.00 WIB.

Menurut dia, perubahan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi meteorologi hingga aktivitas sumber emisi lokal, termasuk kemungkinan kontribusi OMC.

Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00–05.00 WIB tercatat berkisar 12–32 mikrogram per meter kubik, masih di bawah baku mutu 55 mikrogram per meter kubik.

Sementara itu, di kawasan pesisir Jakarta Utara, konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 9–17 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00–07.00 WIB.

Baca juga:

Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye

Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penyemprotan kabut air (water mist) di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan JRF. Upaya ini dilakukan untuk membantu menyejukkan lingkungan di sekitar jalur lomba.

Peserta JRF asal Jakarta Selatan, Dwi, mengaku merasakan udara yang lebih sejuk saat mengikuti kegiatan pada Sabtu pagi. Penyemprotan air di beberapa titik juga dinilainya membantu menambah kenyamanan pelari.

“Pagi ini udaranya lumayan adem, jadi lebih enak buat lari. Tadi juga ada penyemprotan air di beberapa titik. Cukup membantu, apalagi kalau sudah mulai ramai dan matahari naik,” tutur Dwi.

Baca Artikel Asli