Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Coba Cek Apakah Kamu dan Dia Pasangan Bahagia lewat Obrolan

Iftinavia Pradinantia - Minggu, 30 Desember 2018

APAKAH kamu dan pasangan membicarakan hal-hal kecil seperti cuaca atau pekerjaan di kantor? Ataukah kamu justru senang membicarakan hal-hal mendalam dengan pasangan?

Sebuah studi psikologis yang dilakukan Simine Vazire, Associate Professor of Psychology di University of California, mengungkapkan bahwa seseorang lebih senang menghabiskan waktu berdiskusi hal-hal mendalam ketimbang hanya percakapan ringan.
Artinya, jika kamu dan pasangan sering berdiskusi tentang hal-hal berarti dan mendalam, kalian merupakan pasangan yang bahagia.

Hal-hal mendalam seperti apa sih yang dibicarakan pasangan yang bahagia?

1. Momen Memalukan

Couple
Berani membicarakan hal memalukan menandakan saling percaya. (foto: pixabay/StockSnap)

Apabila kamu tak bisa membicarakan momen memalukan yang pernah terjadi saat sekolah, kamu takkan bisa membicarakan hal lainnya. Mengungkapkan hal-hal memalukan yang pernah terjadi di masa lalu kepada pasangan menunjukkan kalau kalian saling percaya. Kepercayaan merupakan kunci hubungan yang bahagia.

2. Ketakutan dan Kecemasan

Kecemasan
Saling mengungkapkan kecemasan untuk mencari solusi bersama. (Foto:Pixabay/AdinaVoicu)

Berbicara tentang ketakutan tak berarti kau membicarakan hal-hal yang menjadi phobiamu. Kau perlu mengutarakan apa yang kau takutkan saat usia senja datang, bagaimana jika kamu harus terpisah dengannya dalam kurun waktu tertentu dan lain sebagainya. Setelah mengetahui ketakutan dan kecemasanmu, kalian bisa berdiskusi tentang jalan keluar. Pasanganmu juga akan membuatmu lebih tenang dengan caranya begitupun dengan dirimu. Hati kalian pun akan terbebas dari kecemasan dan bisa menjadi pasangan bahagia.

3. Masa Kecilmu

Couple
Nostalgia masa kecil menimbulkan rasa bahagia.(Sumber: Pixabay/thetruthpreneur)

Tanyakan padanya bagaimana perawakannya, apa yang ia lakukan, apa yang ia mainkan, bagaimana ia berkawan dengan temannya, saat kecil. Memori kanak-kanak selalu diisi dengan kenangan membahagiakan. Membicarakan masa kecil dengan pasangan membawa kembali pada kenangan indah tersebut dan menimbulkan perasaan bahagia.

4. Kisah Percintaanmu di Masa Lalu

Restoran
Membicarakan masa lalu dengan pasangan sah-sah saja. (Sumber: Pixabay/sasint)

Ini merupakan topik yang sensitif. Tak ada satu orang pun yang ingin pasangannya nostalgia dengan kenangan masa lalu dengan sang mantan. Supaya pembicaraan tidak memancing pertengkaran, bicarakan saja peristiwa yang pernah terjadi bukan pada kenangan masa lalunya.

Dengan cara yang tepat, pasangan bahagia bisa belajar mengapa hubungan masa lalu bisa berakhir atau bagaimana mengatasi permasalahan yang terjadi dalam hubungan tanpa membandingkan dengan hubungan yang sedang dijalani.

5. Hubunganmu dengan Keluarga

Keluarga
Perlakuan dia terhadap keluarga menentukan karakter (Sumber: Pixabay/brfcs)

Memahami hubungan seseorang dengan orang tuanya dan cara ia memperlakukan keluarga sangat penting dalam hubungan. Cari tahu mengapa ia sebal dengan saudara laki-lakinya dan lebih dekat dengan saudara perempuannya, mengapa ia terlihat lebih peduli dengan ibunya daripada bapaknya, dan amati cara ia berbaur saat ada pertemuan keluarga.

Setelah kamu mengetahui sikapnya terhadap keluarga kamu bisa merenungkan masa depan dengannya. Perlakuan ia terhadap keluarga bisa merefleksikan rumah tangganya kelak.

6. Peristiwa Saat Ini

Barcelona
Obrolan Tentang Topik Apapun (Sumber: Pixabay/27707)

Hubungan yang harmonis bisa terjaga dengan adanya komunikasi. Buat dirimu tetap up to date tentang isu-isu yang terjadi saat ini. Tanyakan pasangan tentang hal-hal yang menarik perhatiannya baik dalam bidang ekonomi atau politik. Lihat apakah kau bisa mengimbangi pembicaraannya akan hal-hal tersebut. Jika ia, berarti kau memahami pasanganmu dengan sangat baik.

7. Gambaranmu Akan Masa Depan

bicarakan masa depan
Bicarakan masa depan (Sumber: Pixabay/MemoryCatcher)

kamu dan pasangan perlu tahu apa yang menjadi impian, tujuan dan aspirasinya. Perbincangan mengenai masa depan bisa di mulai dengan bagaimana ia melihat dirinya dalam lima tahun ke depan. Seseorang yang ingin tumbuh tidak takut akan hal-hal yang tidak ia ketahui di masa depan. Mereka justru membicarakannya dengan antusias. Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Eleanor Roosevelt mengatakan orang dengan pikiran hebat membicarakan ide-ide sementara orang yang berpikiran sempit membicarakan orang lain. Jadi kalau kamu dan pasangan sering membicarakan masa depan kalian bahagia.(avia)

Baca Artikel Asli