Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Toleransi Umat Beragama di Bali dalam Sorotan Wagub Ketut Sudikerta

Eddy Flo - Sabtu, 25 Maret 2017

Masyarakat Bali selalu identik dengan keharmonisan dan toleransi. Namun hal itu bukan berarti tanpa catatan terkait hubungan antarumat beragama.

Menurut Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, masyarakat perlu tetap meningkatkan toleransi antarumat beragama. Ketut Sudikerta mengajak masyarakat Bali untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama sehingga dapat hidup berdampingan dengan damai di tengah posisi Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia.

"Hargai perbedaan, mari hidup dalam keharmonisan. Jangan sampai kita saling benci maupun saling mencaci maki antarumat beragama," kata Sudikerta pada Pelantikan Tasykil Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Provinsi Bali masa bakti 2017-2021 di Denpasar, Sabtu (25/3).

Sebagai pulau dengan masyarakat mayoritas Hindu, Pulau Bali menurut Ketut Sudikerta harus menjunjung tinggi sikap toleransi antarumat beragama sehingga citranya sebagai destinasi pariwisata dunia tetap terjaga. Hidup saling berdampingan dengan umat beragama lain secara damai harus jadi sikap dasar masyarakat Bali.

"Toleransi yang ada, kami harapkan terus dibina dan dipupuk sehingga seluruh masyarakat akan hidup berdampingan dengan damai dan membangun Bali secara bersama-sama," ujarnya.

Orang nomor dua di Bali itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis dengan berpedoman pada empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.

"Keempat pilar kebangsaan tersebut haruslah menjadi pedoman dalam kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara sehingga jiwa kebangsaan terus tumbuh dan persatuan bangsa akan terus terpelihara," ucap Ketut Sudikerta.

Sumber: ANTARA

Baca Artikel Asli