MerahPutih.com - Puluhan mahasiswa Kabupaten Lebak, Banten, menggelar aksi mogok makan dengan mendirikan tenda di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lebak sehubungan maraknya galian pasir yang menyebabkan kerusakan jalan juga lingkungan alam.
"Kami sudah bertahan tiga hari melakukan aksi mogok makan itu," kata Ketua Koordinator Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Ade Maulana di Lebak, Rabu (12/9).
Aksi mogok makan itu menuntut pemerintah Kabupaten Lebak segera menertibkan angkutan pasir.
Para sopir mengangkut pasir basah melebihi tonase melintasi Jalan Raya Rangkasbitung-Cipanas, Citeras-Cikande, dan Cimarga-Kalanganyar.
Selama ini, Pemerintah Kabupaten Lebak belum menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut.
"Kami siap membubarkan aksi mogok makan itu setelah adanya keseriusan pemerintah Kabupaten Lebak untuk menertibkan galian pasir," katanya.
Menurut Ade, saat ini galian pasir di Kabupaten Lebak begitu marak dan menimbulkan kerusakan jalan juga ekosistem alam.
Apalagi, kendaraan itu mengangkut pasir dalam kondisi basah juga melebihi tonase sehingga jalan mudah berlubang.
Selain itu juga banyak sopir yang menurunkan pasir di tepi bahu jalan raya dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.
"Kami berharap Bupati Lebak bisa memenuhi tuntutan mahasiswa dengan melakukan penertiban galian pasir yang melakukan pelanggaran," katanya.
Asisten Daerah (Asda II) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak Budi Santoso mengatakan pihaknya sudah optimal melakukan penertiban. "Kami sangat mendukung aksi mahasiswa itu untuk melakukan penertiban galian pasir itu," katanya. (*)
Sumber: ANTARA