Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tol Cipularang Rawan Macet, Gerbang Kalihurip Utama 6 Ditutup Sampai Jumat

Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026

MerahPutih.com - Akses Gerbang Tol Kalihurip Utama 6 arah Jakarta di ruas Tol Cipularang bakal ditutup hingga Jumat (13/2) pukul 12.00 WIB.

Penutupan dilakukan karena adanya pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di KM 67+000 yang berlangsung mulai Rabu (11/2) pukul 00.00 WIB kemarin. Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pekerjaan ini.

“Rekonstruksi perkerasan jalan dilakukan untuk memastikan standar pelayanan minimal tetap terpenuhi serta mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna, dalam keterangannya kepada media, dikutip Kamis (12/2).

Baca juga:

Tol Terpeka Trans Sumatera Ditutup 9-11 Februari Demi Pertahanan Negara, Pengelola Minta Maaf

Rekayasa Lalu Lintas Selama Penutupan

Agni mejelaskan selama penutupan berlangsung atas diskresi pihak kepolisian dilakukan penutupan sementara akses menuju Gerbang Tol Kalihurip Utama 6.

“Kami telah menyiapkan langkah mitigasi, seperti pemasangan rambu-rambu sebelum area kerja, pengaturan area pekerjaan, serta koordinasi dengan Kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) dan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO),” tuturnya, dikutip Antara.

Menurut dia, pengguna jalan yang hendak menuju arah Jakarta hanya dapat melakukan transaksi di Gerbang Tol Kalihurip Utama 2. Lajur yang menjadi objek pekerjaan tidak dapat dilintasi, namun lajur lainnya tetap dibuka untuk lalu lintas.

Baca juga:

Motif Wakil Kepala Toko Alfamart Cipularang Perkosa Anak Buahnya Setelah Dibunuh

Imbauan Jasa Marga

Penutupan gerbang tol ini merupakan bagian dari upaya Jasa Marga menjaga kualitas infrastruktur. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), volume lalu lintas di ruas Tol Cipularang mencapai rata-rata 120 ribu kendaraan per hari.

Dengan intensitas tinggi tersebut, pemeliharaan berkala menjadi krusial untuk mencegah kerusakan lebih parah dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu-rambu, serta mengatur waktu dan rute perjalanan agar tidak terjebak kemacetan. (*)

Baca Artikel Asli