Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo

Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026

MERAHPUTIH.COM - SEBANYAK 56 juru parkir yang beroperasi di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo terancam kehilangan pekerjaan. Mereka melakukan aksi demo damai memasang spanduk. Hal itu dilakukan atas kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo yang mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, spanduk tersebut terpasang dii Jl Mentawai bertuliskan 'Penolakan Adanya Sterilisasi Parkir di Timur Masjid Sheikh Zayed Surakarta’, ‘Demi Mengamankan Jabatan Rela Merampas Lahan Pangan Rakyat Kecil’, ‘Sing Ameh Ngopeni Keluargaku Sopo?’, dan ‘Warga RW 13 Menolak Steril Parkir’.

Ketua Paguyuban Parkir Zayed wilayah setempat Lanyono mengatakan wacana sterilisasi parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo membuat resah masyarakat setempat yang bekerja sebagai jukir.

Hal itu diungkapkan pada 29 September 2026 sehingga warga sepakat untuk melakukan aksi protes guna menolak kebijakan tersebut.

“Kami memprotes kebijakan tersebut. Sterilisasi parkir dari Dinas Perhubungan karena akan membuat jukir kehilangan pekerjaan,” kata Lanyono, Rabu (30/9).

Baca juga:

Rayakan Hari Kemerdekaan ke-53 UEA, Masjid Zayed Solo Siapkan Pesta Kembang Api



Ia mengatakan, dalam aksi ini, warga meminta sterilisasi itu dibatalkan karena warga banyak yang hidup sebagai jukir.

“Kami ini kan warga yang terdampak, dulu dari pihak Masjid Zayed kan juga menyatakan semua kembali ke masyarakat. Ini kan paguyuban warga, bukan ormas,” tegas Lanyono.

Warga RW 13 yang berhimpun dalam paguyuban terkait sepakat meminta pemerintah membatalkan kebijakan tersebut. Jika tidak, dampaknya akan dirasakan langsung oleh 56 kepala keluarga yang selama ini terbantu karena aktivitas parkir di Jl Mentawai 1 itu. “Di sini ada 56 juru parkir yang semuanya warga di sini. Kalau steril akan banyak penghasilan hilang, selain itu rezeki kami mati,” papar dia.

Ia meminta pemerintah kota mempertimbangkan berbagai hal positif yang muncul seiring adanya parkir di timur Masjid Zayed itu menimbang seluruh jukir dan pengelola serta paguyuban tidak pernah melakukan pelanggaran parkir seperti kawasan parkir lain yang sempat jadi sorotan.

“Banyak PKL dan UMKM juga jualan disini. Selama ini kami dapat izin, untuk parkir insidental dan area parkir di sini selalu tertib,” tegas Lanyono.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surakarta menertibkan parkir di sejumlah area sekitar Masjid Zayed, salah satunya seperti di barat masjid yang sempat melakukan tarikan retribusi di luar ketentuan. Wali Kota Surakarta Respati Ardi bersama Dinas Perhubungan dan jajaran yang lain juga sempat mengumpulkan para juru parkir dan pengelola di timur Masjid Zayed saat menyampaikan wacana sterilisasi parkir belum lama ini.

“Terkait dengan kebijakan ini ternyata kan ada penolakan dari warga, jadi ya sementara kita tunda dulu kita carikan solusi terbaiknya dulu. Akan kita laporkan dulu ke Pak Wali,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Taufiq Muhammad.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Lalu Lintas Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed Naik 65,06 Jelang Natal dan Tahun Baru



Baca Artikel Asli