Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tepis Ramalan Prabowo, Ketua DPRD: Bukan 2025, Istana Tergenang 2031

Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 November 2018

MerahPutih.com - Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi tak sependapat dengan pernyataan Ketua Gerindra, Prabowo Subianto yang menyatakan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Istana Negara akan tenggelam pada tahun 2025.

Karena menurutnya, Jakarta akan tergenang pada tahun 2031. Sehingga, ia menyesalkan upaya Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menghentikan pembangunan proyek Reklamasi teluk Jakarta. Sebab, dengan adanya reklamasi daratan di Jakarta akan bertambah.

"Itulah gunanya yang namanya reklamasi, larinya ke situ. kalau dianalisa kita, tahun 2031 penurunan tanah menggenang ke daerah kota, ke istana. Tapi enggak sampai seperti yang dikatakan pak Prabowo gak begitu," ujar Prasetyo di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (22/11).

Meski demikian, Prasetyo mendukung, keputusan Anies Rasyid Baswedan terkait pembangunan tanggul raksasa atau Giant Sea Wall.

Gambaran Giant Sea Wall di Teluk Jakarta (@androramada)

Giant Sea Wall Jakarta sendiri adalah bagian dari proyek Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (NCICD). "Itulah gunanya Giant Wall, Saya sepakat dengan kebijakan pak gubernur, tinggal percantik aja," jelasnya.

Seperti diketahui, Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, air laut dari Tanjung Priok, Jakarta Utara akan sampai ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Istana Negara pada 2025.

Menurut dia, fenomena itu terjadi karena perubahan iklim yang saat ini semakin parah terjadi.

"Diperkirakan air Tanjung Priok 2025 akan sampai pada (Hotel) Kempinski, Grand Hyatt. Bundaran HI, kenaikan air ini," ujar Prabowo saat menjadi pembicara di Economic Forum, Sangriila Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (12/11) kemarin. (Asp)

Baca Artikel Asli