MerahPutih.com - Sejumlah syarat yang harus dipenuhi Timnas Malaysia untuk bisa menyingkirkan Vietnam di semifinal ASEAN Championship 2026. Salah satunya dengan mengerahkan hingga 200 persen kemampuan, seperti disampaikan winger Timnas Malaysia, Pavithran Gunalan.
Malaysia akan menjamu Vietnam pada leg pertama semifinal di Stadion Sepak Bola Kuala Lumpur, Minggu, 16 Agustus. Pavithran sadar Vietnam lebih diunggulkan, tetapi ia yakin Malaysia bisa memberikan perlawanan di hadapan pendukung sendiri sebelum melakoni leg kedua di Hanoi, Rabu.
Saat melawan Vietnam, kami harus bekerja keras dan tampil habis-habisan. Jika kami tidak mengerahkan 100 persen kemampuan atau meremehkan lawan, sama sekali tidak ada peluang untuk menang. Mereka adalah tim yang sangat kuat. Jika mereka bermain dengan 100 persen kemampuan, kami harus memberikan 200 persen untuk memenangkan pertandingan ini,
ujar Pavithran di laman ASEAN United FC.
Pavithran Muncul sebagai Andalan Malaysia
Pemain berusia 21 tahun itu menjadi salah satu pemain yang menonjol di ASEAN Championship 2026. Dua kali penghargaan Hyundai Player of the Match menjadi bukti.
Baca juga:
Ia juga mencetak satu-satunya gol Malaysia saat menghadapi Filipina pada laga terakhir Grup B. Gol melalui sundulan tersebut memastikan Harimau Malaya kembali ke fase gugur setelah absen pada edisi 2024.
Pavithran mengaku keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, suporter, rekan setim, dan pelatih.
Ini semua tentang kerja sama tim. Ketika pelatih memberikan instruksi, kami menjalankannya 100 persen. Tidak ada rasa puas diri. Disiplin itu yang membuat tim kami bisa melangkah lebih jauh,
katanya.
Gol kontra Filipina juga menjadi gol senior pertama Pavithran untuk Malaysia sekaligus gol sundulan pertama sepanjang kariernya.
“Saya sebenarnya bukan pemain yang suka menyundul bola, tetapi kali ini berhasil,” ujarnya.
Tantangan Malaysia semakin berat karena Vietnam memiliki rekor dominan dalam enam pertemuan terakhir di turnamen tersebut. Vietnam memenangkan lima laga dan satu pertandingan berakhir imbang. Mereka juga pernah mengalahkan Malaysia dengan agregat 3-2 pada final 2018.
Baca juga:
Vietnam datang dengan lini serang tajam setelah mencetak 13 gol pada fase grup, terbanyak dibandingkan tim lainnya. Namun, Pavithran tidak gentar. Di bawah arahan pelatih interim Tan Cheng Hoe, ia mendapat pesan untuk bermain dengan penuh kepercayaan diri.
Pelatih selalu mengatakan bahwa jika saya percaya diri dengan bola, saya akan menemukan permainan saya. Ketika percaya diri, saya bisa menggiring bola dan bermain sesuai potensi saya. Saya hanya fokus pada kekuatan sendiri,
tutur Pavithran.