Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Stok Darah di PMI Kota Bandung Menipis

Andika Pratama - Senin, 19 April 2021

MerahPutih.com - Stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung dalam tahap mengkhawatirkan. Banyak cadangan darah yang kosong, terutama setelah hampir sepekan bulan Ramadan dan akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan data yang dihimpun, cadangan darah yang nol adalah jenis TC dan jenis jenis BC (BufyCoat). Jenis darah PRC persediannya sedikit, total ada 37 labu darah terdiri dari golongan A, B, O dan AB.

Sedangkan, jenis darah FFP sebanyak 317 labu terdiri dari golongan A, B, O dan AB. Jenis darah AHF sebanyak 247 labu. Kemudian darah jenis LP (Liquid Plasma) sebanyak 35 labu.

Sementara Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak warga Kota Bandung untuk mendonorkan darahnya ke PMI Kota Bandung. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, stok darah PMI Kota Bandung selalu terbatas.Terlebih memasuki Ramadan, stok darah di PMI Kota Bandung semakin menipis.

“Saya dapat info, stok darah di PMI Kota Bandung menipis, sejak ada corona. Apalagi sekarang bulan puasa,” kata Oded.

Stok darah. Foto: Istimewa

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian donor darah. Khusus bulan puasa, donor darah bisa dilakukan pada malam hari di masjid setelah salat tarawih.

Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto mengatakan, bagi warga yang memerlukan darah diharapkan langsung menghubungi atau datang ke PMI Kota Bandung. Ia sarankan jangan menyebarkan di media sosial.

"Kita bekerja 24 jam dalam pengadaan darah. Jangan panik, bagi yang membutuhkan darah, datang ke PMI. Sertakan surat pengantar rumah sakit, nanti diberikan petunjuk PMI untuk memenuhi kebutuhan (darah)," jelasnya.

Sedangkan, Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung, Uke Mukhtimanah mengungkapkan, meski stok terbatas, PMI Kota Bandung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau stok itu pikirannya simpan, kita tidak ada stok. Terpenting kita bisa memenuhi kebutuhan. Jangan dikatakan tidak ada darah, tapi darah itu selalu ada kita upayakan yang donor dan mobil unit," jelasnya.

Menurutnya, stok berbagai jenis darah sangat penting untuk cadangan yang disimpan di PMI. Kebutuhan darah Kota Bandung sehari 500 labu. Namun, PMI hanya bisa memenuhi 300-350 labu karena tergantung jumlah pendonor.

Mengenai donor darah plasma konvalesen, Uke menyatakan terus mengalami peningkatan permintaan. Plasma konvalesen dipakai untuk mengobati pasien COVID-19.

"Sekarang mulai meningkat, karena ada kebijakan penanganan di rumah sakit itu bahwa plasma sebagai terapi alternatif," akunya.

Menurutnya, kenaikan permintaan plasma konvalesen sejak Januari lalu mencapai 1.700 - 1.800 permintaan. Namun karena keterbatasan stok, jumlah permintaan pun harus dibatasi.

Dalam satu hari, PMI menargetkan antrean hingga 65 orang. Hal tersebut diupayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan plasma darah yang baik.

"Target antrean itu 65. Diupayakan tergantung mesin, karena pengambilannya cukup lama. Kalau dalam sehari itu, 8-12 orang," ujar Uke. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Artikel Asli