Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Dunia

Selundupkan Narkoba dan Ponsel, Napi Gunakan Bangkai Tikus

Dwi Astarini - Selasa, 26 Maret 2019

PENJARA tidak selalu berarti steril dari dunia luar. Ada saja tingkah para narapidana untuk berhubungan dengan dunia luar. Padahal nih, ponsel merupakan benda yang dilarang di penjara.

Seperti halnya di sebuah penjara di Inggris. Para sipir dibuat kaget dengan 'kreativitas' napi menyelundupkan narkoba dan ponsel ke dalam penjara.

1. Menggunakan Bangkai Tikus untuk Selundupkan Narkoba dan Ponsel

tikus
Tikus ditemukan berisi narkoba. (foto: metro.co.uk)


Para sipir di Penjara HMP Guys Marsh di Dorset, barat daya Inggris, menemukan tiga bangkai tikus di halaman penjara saat patroli rutin. Awalnya, mereka enggak terlalu menaruh curiga. Namun, ketika melihat ada bekas jahitan di bagian perut tikus, mereka tahu ada yang enggak beres.

Kementerian Hukum Inggris, seperti dilansir CNN, menyebut petugas penjara kemudian membuka bangkai hewan pengerat itu. Temuan selanjutnya amatlah mengejutkan.

Bagian dalam tikus sudah sepenuhnya dihilangkan, digantikan narkoba, ponsel, pengecas, dan SIM card. Secara total, 5 ponsel dan pengecas, 3 SIM card, kertas linting rokok, tembakau, dan narkoba disita dalam temuan tersebut. Kementerian Hukum Inggris juga menyebut narkoba yang diselundupkan berjenis ganja dan spice, sejenis ganja dengan kandungan kimia yang mirip dengan kandungan THC pada mariyuana.


2. Menyelundupkan dengan Cara Lain Pernah Dilakukan

fence
Ini bukan kali pertama barang terlarang diselundupkan dengan cara aneh. (foto: pixabay/fifaliana-joy)


Upaya menyelundupkan barang terlarang ke dalam penjara dengan bangkai binatang bukan kali pertama. Sebelumnya, menurut kementerian, para napi menggunakan burung dara dan bola tenis. Caranya, bangkai binatang dan bola itu dilempar begitu saja ke halaman penjara untuk kemudian dipungut si penadah.

Bahkan, cara-cara seperti itu enggak hanya terjadi di Inggris. Sipir di Moldova pernah mendapati narkoba diselundupkan dalam kucing di 2013. Pada 2015, sebbuah penjara di Kosta Rika menangkap napi yang menyelundupkan kokain dan mariyuana menggunakan burung dara ke dalam penjara.

Contoh lain, di 2012, sebuah bangkai kucing penuh ponsel ditemukan dekat pagar penjara di Georgia.

3. Bahayanya Ponsel dan Narkoba di Penjara

phone
Di penjara, ponsel jadi barang paling berbahaya, tapi paling diinginkan. (foto: pixabay/free-photos)


Sejumlah barang-barang memang umum dilarang di penjara, semisal narkoba, senjata, minuman keras, dan rokok. Namun, menurut Jon Ozmint, mantan Direktur Penjara South Carolina mengatakan kepada CNN di 2015, ponsel merupakan barang yang paling diinginkan para napi. "Ponsel itu barang paling berbahaya jika berada di penjara," kata Ozmint.

Di Inggris, pemakaian narkoba telah menjadi masalah yang makin berkembang. Para petugas Inggris percaya benda yang diselundupkan akan diambil para napi untuk kemudian dijual ke sesama mereka. "Temuan ini menunjukkan seberapa jauh para kriminal bisa berbuat untuk menyelundupkan narkoba ke penjara," kata Menteri Penjara Inggris Rory Stewart.

Ia pun menekankan betapa barang-barang selundupan itu akan amat berbahaya jika masuk penjara. "Narkoba dan ponsel di penjara membuat napi, sipir, dan publik dalam bahaya," tegasnya.


4. Keamanan Diperketat

barb wire
Kini, Inggris memperketat keamanan penjara mereka. (foto: pixabay/ErikaWittlieb)


Untuk itu, Stewart menyerukan peningkatan keamanan. "Kejadian ini menegaskan betapa kerja kami untuk meningkatkan keamanan di penjara amat penting," ujarnya.

Ia menyarankan keamanan diperketat. Selain itu, penggeledahan juga sudah seharusnya dilakukan. "Kami harus memastikan penjara merupakan tempat untuk rehabilitasi untuk mencegah pelanggaran hukum di masa depan dan menjaga publik aman," jelasnya.

Kini, polisi berusaha keras mencari pelaku penyelundupan tersebut. Dalam jangka panjang, pemerintah Inggris memastikan keamanan penjara dengan peningkatan anggaran sebesar 16 juta pound sterling untuk memperbaiki kondisi napi dan staf penjara.

Sementara itu, 7 juta pound sterling lainnya akan digelontorkan untuk pemindai, teknologi phone-blocking, peningkatan teknik penggeledahan, hingga pembentukan skuat kejahatan finansial untuk mengetahui apakah napi masih menjalankan bisnis kriminal dari dalam penjara.(dwi)

Baca Artikel Asli