MerahPutih.com - Kereta Api (KA) Gajayana jurusan Malang-Jakarta menabrak seorang bernama Petrik Finto Ardianto (14) hingga tewas di dekat pintu perlintasan Kereta Api Stasiun Purwosari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/8) pukul 19.45 WIB.
Korban tewas diketahui anak bungsu Kasatreskrim Polres Pekalongan, Polda Jateng, AKP Supardi. Sebelumnya AKP Supardi pernah bertugas sebagai Kanitreskrim Polsek Banjarsari, Polresta Surakarta.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Saat Hendak Hadiri Pernikahan di Solo
Kanitreskrim Polsek Laweyan, Polresta Surakarta, Iptu Salman Farizi, membenarkan KA Gajayana yang menabrak anak bungsu Kasatreakrim Polres Pekalongan, AKP Supardi hingga tewas.
Peristiwa tersebur bermula saat Petrik, warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah bersama tiga rekannya datang ke lokasi kejadian untuk nongkorong bersama pukul 19.30 WIB.
Kemudian mereka semua berjalan ke arah barat untuk berswafoto dan membuat video bersama dilintasan rel, tiba-tiba ada KA Gajayana datang dari arah timur (Stasiun Solo Balapan) pukul 19.45 WIB.
"Korban (Petrik) mencoba berlari kearah barat bersama tiga temannya, tetapi tidak berhasil dan tertabrak KA Gajayana. Korban terpental sejauh 50 meter dan jatuh didasar Jembatan Griyan," kata Farizi.
Baca Juga: Tanggapan Wali Kota Solo soal Wacana ASN Kerja di Rumah
Masinis KA Gajayana, lanjut dia, melaporkan kejadian itu ke petugas penjaga pintu kereta dan di laporkan ke Polsek Laweyan. Anggota polisi dibantu SAR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta langsung melakukan evakuasi korban di bawah jembatan dengan kedalaman sekitar 2,5 meter dan dibawa ke RSUD dr. Morwardi, Solo.
"Korban tewas dalam kondisi luka parah pada kepala dan kedua kaki patah akibat benturan karas. Kami mengamankan satu unit sepeda Motor Ninja 250cc warna hijau milik korban berpelat nomor AD 3333 XT," tutup dia. (Ism)