Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun ShowBiz

Sekar Hadirkan Pameran Fotografi Bagas ‘Unshackle’ di Malang, Apresiasi Sosok di Balik Skena Musik

Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 55 menit lalu

MerahPutih.com - Sekar menghadirkan pameran fotografi perdana Bagas ‘Unshackle’ di Wong Ndeso Omah Cangkruk, Malang, pada Minggu (25/10).

Pameran ini menjadi ruang untuk merayakan perjalanan skena musik melalui dokumentasi visual sekaligus mengapresiasi para fotografer yang turut membentuk identitas sebuah band melalui karya mereka.

Lewat karya-karya Bagas ‘Unshackle’, Sekar mengajak pengunjung melihat perjalanan musik dari sudut pandang berbeda. Bukan hanya musisi yang tampil di atas panggung, tetapi juga para sosok di balik layar yang merekam momen, menyimpan kenangan, dan mendokumentasikan perkembangan sebuah skena.

Fotografi Menjadi Bagian dari Identitas Skena Musik

Perjalanan sebuah band tidak hanya dibangun melalui musik dan penampilan di atas panggung. Ada banyak pihak yang turut berkontribusi, termasuk fotografer yang mengabadikan berbagai momen penting, mulai dari pertunjukan langsung hingga potongan perjalanan yang tidak selalu terlihat oleh publik.

Bagi Sekar, karya fotografi memiliki peran lebih luas daripada sekadar dokumentasi. Foto dapat menjadi bagian dari identitas visual sebuah band, merekam perubahan perjalanan mereka, serta menyimpan cerita tentang orang-orang dan pengalaman yang membentuknya.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak menelusuri kembali berbagai momen yang tertangkap melalui lensa Bagas ‘Unshackle’. Setiap karya menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana dokumentasi visual turut menjaga ingatan dan cerita dalam sebuah komunitas musik.

Baca juga:

Synchronize Fest 2026: Tiga Hari, Ribuan Cerita, dan Pertemuan Musik Lintas Generasi

Membawa Dokumentasi Musik dari Layar ke Ruang Pameran

Di tengah perkembangan media sosial yang membuat foto musik mudah diakses melalui ponsel, pameran ini menawarkan pengalaman berbeda dengan menghadirkan karya fotografi ke ruang fisik.

Pengunjung tidak hanya dapat melihat kembali dokumentasi yang sebelumnya tersebar di berbagai platform digital, tetapi juga menikmati karya-karya tersebut dalam konteks pameran dan menelusuri cerita di baliknya.

Pendekatan ini sekaligus membuka ruang bagi publik untuk melihat fotografi musik sebagai bagian dari perjalanan artistik dan budaya sebuah skena, bukan sekadar pelengkap aktivitas band atau pertunjukan.

Mengapresiasi Mereka yang Bekerja di Balik Layar

Salah satu pesan yang diangkat Sekar melalui pameran ini adalah pentingnya memberikan apresiasi kepada orang-orang yang kerap berada di luar pusat perhatian.

Ketika sebuah band semakin dikenal dan sorotan publik semakin besar, kontribusi pihak-pihak yang mendokumentasikan perjalanan mereka berpotensi luput dari perhatian. Padahal, karya para fotografer turut menjaga rekam jejak visual yang kelak menjadi bagian dari ingatan kolektif sebuah skena.

Sekar ingin menegaskan bahwa perkembangan skena musik melibatkan banyak pihak, bukan hanya musisi dan penyelenggara pertunjukan. Fotografer, komunitas, serta individu yang bekerja di balik layar sama-sama berperan dalam menciptakan ruang bagi musik untuk berkembang dan meninggalkan jejak.

Baca juga:

Lewat Fotografi dan Karya Visual, Seniman Sumatra Kritik Karhutla

Melalui pameran fotografi perdana Bagas ‘Unshackle’, Sekar mengajak para pelaku dan penikmat musik untuk kembali merayakan perjalanan, hubungan, serta kenangan yang membentuk komunitas mereka.

Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan musisi yang mendapat sorotan, ada sosok-sosok yang membantu mengabadikan setiap langkahnya. Meski tidak selalu berada di depan panggung, kontribusi mereka ikut menjaga cerita skena musik agar tetap hidup dari waktu ke waktu. (Far)

Baca Artikel Asli