Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Tekno

Segera Rilis, Huawei Watch Fit 5 Pro Diklaim Mampu Deteksi Risiko Diabetes

Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026

MerahPutih.com - Huawei mengklaim smartwatch terbarunya, Huawei Watch Fit 5 Pro, menjadi salah satu perangkat wearable pertama di dunia yang menghadirkan fitur pemantau risiko gula darah atau diabetes pada kelas smartwatch premium.

Huawei menjadwalkan perilisan massal Watch Fit 5 Pro di toko ritel dan platform e-commerce mulai 21 Mei 2026. Saat ini, perangkat tersebut masih tersedia dalam masa pre-order yang berlangsung hingga 20 Mei.

Fitur unggulan yang menjadi sorotan pada smartwatch ini bernama 'Diabetes Risk Study'. Teknologi tersebut dirancang untuk memantau indikator biologis pengguna secara non-invasif melalui sensor Photoplethysmography (PPG).

Sensor PPG bekerja dengan merekam berbagai data tubuh secara berkelanjutan. Data tersebut kemudian diolah menggunakan algoritma untuk menganalisis pola detak jantung, variabilitas detak jantung atau Heart Rate Variability (HRV), kualitas tidur, hingga proses pemulihan tubuh.

Baca juga:

Xiaomi Resmi Rilis Watch 5 di Indonesia, Smartwatch Wear OS 6 Pertama dengan Integrasi AI Google Gemini

Huawei menyebut indikator tersebut memiliki keterkaitan dengan resistensi insulin dan regulasi glukosa dalam tubuh, sehingga dapat digunakan untuk membantu memantau risiko diabetes.

Agar fitur 'Diabetes Risk Study' bekerja optimal, pengguna disarankan mengenakan smartwatch secara rutin selama 3 hingga 14 hari. Selama perangkat terus bersentuhan dengan kulit, sistem akan mengumpulkan data pola hidup pengguna secara lebih akurat.

Dalam keterangan resminya, Huawei menyatakan akurasi fitur tersebut telah diuji melalui penelitian bersama Dubai Health.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan sekitar 150 peserta lokal di Afrika untuk menguji penerapan sistem penilaian risiko diabetes non-invasif menggunakan perangkat wearable Huawei.

Baca juga:

Huawei Pura 90 Pro Max Meluncur 20 April 2026, Bawa Kamera 200MP dan Fitur AI

Dalam proses penelitian, peserta dipilih berdasarkan indikator warna kulit dan distribusi fitur fisiologis tertentu, sementara seluruh data pribadi disebut telah dianonimkan.

Tim peneliti kemudian membandingkan hasil pemantauan dari smartwatch dengan hasil pemeriksaan medis di rumah sakit, termasuk tes Glukosa Darah Puasa, HbA1c, dan Oral Glucose Tolerance Test (OGTT).

Huawei menyebut hasil pengujian tersebut digunakan untuk menghasilkan laporan validasi komprehensif terkait kemampuan fitur 'Diabetes Risk Study' dalam membaca risiko diabetes secara non-invasif.

Meski demikian, fitur ini tetap ditujukan sebagai alat pemantauan kesehatan dan bukan pengganti diagnosis medis profesional. Pengguna tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. (Tka)

Baca Artikel Asli