Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Kuliner

Sedap, 7 Sajian Khas Batak ini Wajib Dicoba

Dwi Astarini - Sabtu, 13 Oktober 2018

BAGI suku Batak, makanan dan tradisi merupakan hal yang tak bisa dipisahkan. Upacara adat pastilah dimeriahkan dengan sajian khas yang mengundang selera. Bahkan tak jarang sajian-sajian tersebut menerbitkan kerinduan warga suku Batak di perantauan.

Saat berwisata ke Danau Toba, pastikan kamu mencicipi sajian khas Batak tersebut. Berikut 7 sajian khas Batak yang wajib kamu coba.


1. Naniura

naniura
Dulunya, naniura merupakan hidangan para raja Batak. (foto: Instagram @mariskasebayang)

Jika Peru punya ceviche, orang Batak punya naniura. Pada dasarnya, ceviche merupakan sajian ikan mentah dalam rendaman bumbu rempah.

Naniura yang merupakan hidangan khas dari Tapanuli ini juga disajikan mentah. Bahan dasar sajian ini ialah ikan mas, nila, atau mujair. Dari namanya, naniura dalam bahasa Batak berarti 'ikan yang tidak dimasak'. Cukup dengan ikan segar dengan bumbu pelengkap, sajian ini sudah siap disantap.

Dulunya, naniura hanya disajikan di hadapan para raja. Namun, seiring waktu, banyak orang menggemari kenimatannya. Akhirnya, hidangan ini dibuat dan disantap semua orang.

Kendati disajikan mentah, menu bernama Naniura ini tidak memiliki aroma amis khas ikan. Bahkan sensasinya mirip salad ikan yang segar. Proses membuatnya cukup membutuhkan waktu. Dimulai dengan membersihkan ikan mas segar atau dekke. Duri dan organ dalam ikan dibuang, kemudian daging ikan direndam dalam air asam jungga. Setelah itu, ikan disiram dengan bumbu khas Batak yang di dalamnya terdiri dari andaliman serta kecombrang.


2. Mangasik Toba

mangasik toba
Orang Batak mengolah ikan gabus menjadi mangasik toba yang mantap. (foto: facebook/yuzzie.dharma)

Bawang Batak sekilas terlihat seperti lokio amat nikmat diolah bersama ikan gabus. Mangasik toba nama sajiannya. kan gabus terlebih dahulu bersihkan sisik dan insangnya. Bumbu-bumbu mangasik toba cukup beragam, seperti andaliman, kunyit, jahe, kemiri, bawang putih dan merah, dan cabai merah. Semuanya dihaluskan dan dicampurkan dalam ikan yang sudah dipotong-potong.

Mangasik toba sangat disukai. Rasanya terkenal gurih dengan citarasa asam pedasnya. Di Tanah Batak, mangasik toba biasa disajikan dalam acara kumpul keluarga.


3. Mi Gomak

mi gomak
Kelezatan mi gomak tetap juara. (foto: Instagram @miurai.world)

Daerah Batak Toba, dari Sibolga dan Tapanuli, punya makanan khas yang melekat banget di hati dan lidah orang Batak. Mi gomak namanya. Namanya memang unik. Gomak dalam bahasa Batak berarti dicomot dengan tangan. Penamaan mi gomak memang berawal dari penyajian makanan ini yang dilakukan dengan menggomak-gomak mi.

Tampilan mi gomak lebih mirip pasta spaghetti ketimbang mi. Cara membuatnya, mi direbus terlebih dahulu, terpisah dari kuah dan sambalnya. Yang bikin mi gomak ini khas ialah penggunaan andaliman yang merupakan ciri khas kuliner Batak.

Selain itu, mi yang digunakan untuk mi gomak pun bukan mi biasa, melainkan mi lidi yang cuma bisa ditemukan di Sumatra Utara. Ada dua varian mi gomak yang biasanya disajikan, yakni basah dengan ciri khasnya memiliki kuah yang gurih dan goreng yang dibuat dengan cara digoreng.

Umumnya, mie gomak disajikan basah alias berkuah. Mi lidi yang telah direbus akan diberi kuah berkaldu ayam dengan bumbu saus dan tambahan sayuran. Jika masih ingin tambah lauk, mi gomak juga umum disajikan bersama bakwan, kerupuk, atau mendoan.

4. Dali Ni Horbo

Dali ni horbo sudah diolah dengan bumbu-bumbu. (Foto: instagram.com/dalinihorbotiar)
Dali ni horbo sudah diolah dengan bumbu-bumbu khas Batak. (Foto: instagram@dalinihorbotiar)

Dali ni horbo tepatnya berasal dari Tapanuli. Dali ni horbo berarti susu kerbau, dali berarti susu dan horbo yaitu kerbau dalam bahasa Batak. Dali ni horbo menjadi makanan suku Batak sejak dahulu.

Susu diambil dari induk kerbau yang tengah menyusui. Biasanya susu diambil hingga lima bulan hingga kualitas susu menurun. Per hari, produksi dari satu induk sekitar 2 liter.

Nah, susu itu kemudian dalam hidangan khas Batak diolah kembali. Susu dimasak dengan beberapa bahan dan disajikan seperti bubur. Susu segar dicampur terlebih dahulu dengan ekstrak nanas, setelah itu dimasak hingga mengental.

Dali yang sudah mengental bisa langsung dikonsumsi. Teskturnya mirip tahu. Beberapa ada juga terlebih dahulu mengolahnya dengan dimasak bersama bumbu-bumbu khas Batak supaya lebih nikmat dikonsumsi.

Dikenal sebagai kejunya Batak, dali ni horbo biasanya disajikan di tempat makan khas Batak atau lapo. Kalau kamu melancong ke Sumatra Utara, olahan susu horbo patut kamu coba. Tak sulit menemukan dali ni horbo. Di pasar-pasar tradisional di daerah Tapanuli, sajian ini akan mudah kamu temui.

5. Gulai Ikan Salai

gulai ikan salai
Aroma asap nikmat menjadi ciri khas gulai ikan salai. (foto: Instagram @vhanjani)

Gulai ikan salai merupakan makanan khas Mandailing. Dalam bahasa Mandailing, ikan salai berarti ikan yang dikeringkan menggunakan asap. Metode mengawetkan bahan makanan dengan cara mengeringkan dan diasinkan setidaknya telah dikenal sejak zaman neolitik.

Pengawetan dengan pengasapan dan pengasinan dilakukan agar hasil tangkapan ikan awet disimpan dalam waktu lama. Di skitar Toba, berbagai jenis ikan air tawar diolah dengan cara disalai. Dari segala jenis ikan salai, jenis yang paling terkenal dan mahal ialah gulaen mera nadi sale (ikan jurung salai). Saking nikmatnya, ikan jurung salai amat digemari para raja dan hanya disuguhkan pada acara adat Mandailing.

Jenis ikan salai yang tak kalah nikmat ialah limbat sale dan bolut sale. Limbat sale adalah ikan lele hasil tangkapan liar dari sungai yang kemudian disalai, sedangkan bolut sale merupakan olahan ikan belut.

Ikan salai yang punya citarasa asap nan nikmat itu oleh orang Mandailing diolah dengan berbagai bumbu, seperti cabai merah giling, bawang merang giling, kunyit giling, jahe giling, batang sereh, lengkuas, potongan bawang batak, dan potongan tomat merah. Ditambah kuah santan, gulai ini makin nikmat. Tidak mengherankan jika sajian satu ini naik kelas jadi hidangan di acara ngunduh mantu anak Presiden Jokowi dan Bobby Nasution.

6. Saksang

Saksang. (Foto: instagram.com/albert_pdouble)
Saksang dan saksang kering disajikan bersama nasi. (Foto: instagram.com/albert_pdouble)

Saksang (sebetulnya ditulis sangsang) merupakan masakan khas Batak yang teramat terkenal sebagai olahan daging anjing, daging babi, atau daging kerbau. Daging anjing biasanya disebut B1, sedangkan daging babi dilabeli B2.

Meski bukan sebagai hidangan komunitas lebih umum, saksang sangat terkenal dengan penggunaan bumbu dan bahan-bahannya. Selain penggunaan santan, saksang juga dimasak dengan campuran darah hewan yang dagingnya dijadikan bahan.

Saksang dalam masyarakat Batak merupakan sajian istimewa. Menu wajib dalam acara-acara adat atau prosesi pernikahan adat Batak. Kini, saksang menjadi masakan umum. Bisa ditemukan di berbagai kedai makan-minum tradisional Batak atau disebut lapo. Lapo bahkan ditemukan di berbagai daerah di Tanah Air, terutama di kota-kota besar.

Selain campuran darah, saksang juga diolah hanya dengan bumbu-bumbu rempah yang kaya. Saksang juga ditambahkan dengan santan sehingga menciptakan rasa gurih. Ada juga penggungaan bumbu khas Batak, yaitu andaliman.

7. Ayam Gota

Ayam gota. (Foto: instagram.com/frincessstak)
Ayam gota yang sudah dimodifikasi. (Foto: instagram@frincessstak)

Gota berarti darah. Ya, memang ada tambahan darah dalam masakan ini sehingga diakui memiliki citarasa berbeda dengan kebanyakan masakan lain.

Penggunaan darah dalam ayam gota membuat masakan ini tak bisa dinikmati semua orang. Bahan darah ayam kemudian bisa diganti dengan bahan lain. Sementara itu, bumbu dan bahan utama daging ayam tetap sama.

Dikutip dari Hidangan Halal Khas Dari Tano Batak, tanpa mengurangi bumbu-bumbu khasnya, ayam gota masih bisa dinikmati tanpa darah. Ayam masak gota menjadi salah satu favorit di acara-acara adat Batak karena rasanya gurih dan harum dari bumbunya. Aslinya, masakan ini menggunakan darah ayam, tetapi ternyata menggunakan hati ayam pun terasa nikmat.(*)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT