Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

SBY Jadi Penyumbang Terbesar Dana Kampanye Partai Demokrat

Andika Pratama - Kamis, 02 Mei 2019

MerahPutih.com - Partai Demokrat memberikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pilpres 2019 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan total mereka mengeluarkan uang Rp 190 miliar untuk berkampanye. Sekarang sisanya hanya Rp 300 juta.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyampaikan konferensi pers terkait surat yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Imam/Antaranews)
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyampaikan konferensi pers terkait surat yang disampaikan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Imam/Antaranews)

"Rp 180-nya adalah dari caleg itu sendiri sedangkan sisanya itu dari partai dan perorangan yang menyumbang. Jadi angkanya Rp 190 M," kata Hinca di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Hinca melanjutkan pengeluaran partai sebesar Rp 1,380 M. Sedangkan yang dari calegnya itu Rp 180.871.000.000.

"Paling besar kampanye caleg karena memang kami mengambil posisi pada bintang iklannya bintang sendiri dan materinya ada pada calegnya," jelas Hinca yang mengenakan kemeja biru muda ini.

Sisa lengeluaran terbesar itu untuk alat peraga kampanye sebesar Rp 180 miliar. "Iklannya kira-kira pukul rata 4 miliar saja," jelas Hinca.

Sementara itu, sumbangan tersebesar datang dari Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

"Beliau menyumbang Rp 2,485 miliar juga ada dari Bu Ani sekitar Rp 1 M, sisanya juga perseorangan," jelas Hinca.

Jokowi-SBY
Presiden Jokowi menerima Presiden ke-6 RI, SBY, di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10) siang. (Foto: BPMI)

Hinca melihat, dari pengeluaran sebesar itu, mereka mendapatkan suara yang cukup besar.

"Karena ini angka yang sangat sederhana dan tidak terlalu besar dibandingkan yang lalu karena iklan kami di televisi pun sangat kecil dan secukupnya saja. Tapi, kami memilih kampanye langsung ke lapangan dengan alat-alat peraga yang menyentuh seperti spanduk dan baliho dan kartu nama yang langsung menyasar ke pemilih," tandas Hinca. (Knu)

Baca Artikel Asli