MerahPutih.com - Cawapres Sandiaga Uno menyerahkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pilpres 2019. Total, pengeluaran sebesar Rp 213,5 miliar. Menurut Sandi, sistem aplikasi dana kampanye sudah dikenalkan kepada peserta Pemilu sejak Agustus 2018.
"Sudah mengalami tujuh kali masa update perubahan versi 13.0, 17.0, versi 18.0, 19.01, 19. 02, 10.0 dan 10.1," kata Sandi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).
Menurut Sandi, kendala akhir penggunaan sistem akhir ini adalah ketika laporan penyusunan konsolidasi.
"Import dari data laporan seluruh data se-Indonesia untuk Pilpres, tak semua data laporan provinsi dan kabupaten yang diimport untuk tujuan konsolidasi, dengan laporan keuangan kampanye BPN pisat yang direkam ke Sidakkam," kata Sandi.
Sandi mengatakan, akhirnya pelaporan keuangan dilakukan secara manual. "Karena sistemnya tak berjalan yang sudah diupgrade sebanyak tujuh kali," jelas Sandi.
Ia pun menyayangkan dan prihatin tatkala perhatian rakyat maupun anggaran untuk menyiapkan pemilu, namun sesuatu yang simpel sepert ini tak bisa diselesaikan dengan baik.
"Kami juga prihatin, sistem yang dibiayai oleh APBN begitu besar tak dapat digunakan secara maksimal. Sehingga membuat kami harus melaporkan data secara manual," imbuh Sandi.
"Tiga hari terakhir akhirnya kami menyusun secara manual, dengan sistem spradsheet excel. Seperti yang saya lakukan 25 tahun lalu pas saya masih kuliah," ungkap Sandi.
Padahal, kini sudah zaman modern. "Tapi kita tak bisa menyelesaikan permasalahan laporan dana kampanye," sebutnya.
Sandi menilai, jika sistem penerimaan dana kampanye saja ketinggalan jaman maka sistem yang lain kemungknan juga sama.
"Kami tak bisa membayangkan sistem lain seperti penghitungan data real count. Itu yang kami sampaikan," jelas Sandi.
Sandi yang mengenakan kemeja biru muda ini meminta rakyat untuk mengawasi.
"Kita mengalami kendala di pelaporan dana kampanye. Kita renungi, perbaiki dan pastikan pemilu ini jujur dan adil seperti keinginan masyarakat," tutup Sandi seraya berjalan meninggalkan kerumunan wartawan. (Knu)