Samsung akan Pangkas Produksi Ponsel karena Masalah Ini
Senin, 30 Mei 2022 -
SAMSUNG siap mengurangi jumlah produksi ponselnya selama 2022. Jumlah yang dipangkas juga cukup signifikan, yakni dari 310 juta unit menjadi 280 juta unit.
Namun, meski jumlah ponsel yang diproduksi masih tetap cukup banyak, angka penurunan produksinya bisa dibilang tidak sedikit. Penyebabnya lantaran adanya tren pabrikan ponsel bersiap untuk kondisi yang memburuk, sebelum nantinya akan membaik.
Baca Juga:
Sebelumnya produsen ponsel asal Korea Selatan itu dikabarkan telah menargetkan produksi sebanyak 300 juta unit ponsel di 2022, angka tersebut belum pernah tercapai sejak 2017 lalu.
Seperti yang dikutip dari laman The Verge, akibat kondisi ekonomi global yang belum membaik selama pandemi, membuat samsung mengurungkan target 300 juta unit tersebut. SamMobile menyebutkan penurunan produksi ponsel itu akan terjadi di semua lini ponsel Samsung, dari mulai seri terendah hingga flagship.
Langkah menurunkan produksi ponsel murah ketika ekonomi memburuk mungkin terlihat seperti langkah yang aneh. Bila kondisi ekonomi memburuk, seharusnya orang akan memilih untuk membeli ponsel yang harganya lebih murah. Serta ada juga kemungkinkan orang-orang memilih untuk menahan diri tidak memperbarui ponselnya. Seperti ketika pengguna ponsel low end yang tidak memiliki ponsel baru hingga benar-benar dibutuhkan atau karena ponselnya rusak. Begitu juga dengan pengguna ponsel flagship, yang dari segi performa sudah mumpuni untuk dipakai setidaknya dua tahun.
Baca Juga:
Kondisi saat ini dinilai tidak terlalu baik, karena pandemi yang belum berakhir serta invasi Rusia ke Ukraina yang membuat banyak perusahaan menyetop bisnis di Rusia, termasuk Samsung.
Selain itu pesaing Samsung yakni Apple, juga memperkirakan penjualan produknya selama 2022 akan stagnan alias tidak tumbuh. Hal itu dibuktikan dengan rencana mereka untuk tidak menaikkan jumlah produksi perangkatnya selama tahun 2022.
Bahkan ada pula lini produknya yang diturunkan jumlah produksinya. Seperti iPhone SE yang produksinya dipangkas hingga 20 persen. (ryn)
Baca juga: