MERAHPUTIH.COM — RIBUAN umat Katolik berbondong-bondong ke Lapangan Santo Petrus pada Minggu (5/4). Mereka hadir demi mendengarkan pidato Misa Paskah pertama Paus Leo XIV. Lapangan Santo Petrus dihiasi bunga-bunga musim semi, dengan deretan bunga daffodil serta ribuan bunga ungu, merah, dan putih yang ditata untuk Misa Paskah pada Minggu.
Pemimpin tertinggi umat Katolik itu hadir di balkon utama Basilika Vatikan, berlatar deretan mawar putih, menyeru kepada mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang agar memilih perdamaian. Paus Leo melambaikan tangan kepada kerumunan di lapangan sebelum menyampaikan berkat Urbi et Orbi, bahasa Latin yang berarti ‘untuk kota dan dunia’.
“Pada hari perayaan ini, marilah kita meninggalkan setiap keinginan untuk konflik, dominasi, dan kekuasaan, serta memohon kepada Tuhan agar menganugerahkan damai-Nya kepada dunia yang dilanda perang,” katanya, dikutip BBC.
Paus pertama yang lahir di Amerika Serikat itu telah menjadi pengkritik vokal perang Iran. Ia juga acap mengecam konflik global dalam berbagai pidato publiknya serta menyerukan de-eskalasi. “Kita mulai terbiasa dengan kekerasan, menyerah kepadanya, dan menjadi tak acuh terhadap kematian ribuan orang. Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Biarlah mereka yang memiliki kekuatan untuk memicu perang memilih perdamaian,” kata paus dalam pidatonya.
Berbeda dari tradisi beberapa tahun terakhir, Paus Leo XIV tidak secara eksplisit menyebut negara atau konflik tertentu dalam pesannya.
Baca juga:
Ribuan Orang Menyebrang ke Kepulauan Seribu Nikmati Libur Paskah
Ia juga memberikan penghormatan kepada pendahulunya, Paus Fransiskus, yang menyampaikan pidato terakhirnya pada Minggu Paskah tahun lalu, hanya beberapa jam sebelum wafat. Dengan merujuk pada kisah Paskah tentang kebangkitan Kristus, tiga hari setelah disalibkan, Paus mengatakan Yesus sepenuhnya tanpa kekerasan dalam menghadapi penderitaan.
Bagi umat Kristen, Paskah merupakan tanggal paling penting dalam kalender liturgi karena menandai kebangkitan Kristus, salah satu ajaran utama iman Kristen.
Saat lonceng berdentang di seluruh Vatikan dan kerumunan bertepuk tangan, Leo menutup berkatnya dengan menyampaikan ucapan selamat Paskah dalam beberapa bahasa, termasuk Latin, Arab, dan Mandarin. Paus juga mengumumkan bahwa ia akan kembali ke basilika pada 11 April untuk memimpin doa vigil bagi perdamaian.
Dalam beberapa minggu terakhir, Paus berulang kali mengecam konflik global yang masih berlangsung. Melalui serangkaian pidato selama Pekan Suci, ia memperingatkan tentang apa yang ia sebut sebagai peningkatan sikap tidak peduli terhadap perang dan penderitaan.
Dalam khotbahnya pada vigili Paskah Sabtu malam, Paus juga mengimbau umat agar tidak menjadi kebal terhadap besarnya konflik global, tetapi justru aktif bekerja untuk rekonsiliasi. Ia juga menyampaikan seruan langsung yang jarang dilakukan kepada Donald Trump pada Selasa lalu, mendesak Presiden AS tersebut untuk mencari jalan keluar guna mengakhiri konflik dengan Iran.(dwi)
Baca juga:
Bertemu Paus Leo XIV, Presiden Palestina Minta Dukungan Akhiri Konflik dengan Israel