Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Ramai Ramai Konfederasi Sepak bola Tolak FIFA Forward Enterprise

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026

MerahPutih.com - Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yakni sebuah proyek menjual saham komersial hak penyelenggaran Piala Dunia kepada swasta mendapat berbagai reaksi negatif.

Konfederasi sepak bola Asia (AFC0, Eropa (UEFA) dan (Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia (Concacaf) melayangkan surat terbuka kepada FIFA. Proyek ini ditolak karena dinilai mengancam integritas dan independensi turnamen yang akan berusia 100 tahun pada 2030 itu.

Sepak bola adalah milik para pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, serta setiap institusi yang dipercaya menjaga masa depannya. Dalam semangat itulah, sebagai konfederasi yang mewakili para anggotanya, kami berbicara secara kolektif hari ini,

tulis surat AFC-UEFA-Concacaf dalam laman Concacaf pada Senin (11/8).

Meski rencana FFE telah dibatalkan, mereka menilai belum sepenuhnya selesai. Ketiga konfederasi menyoroti integritas kepemimpinan FIFA di bawah Gianni Infantino. Mereka menilai kepemimpinan FIFA adalah bentuk pengabdian kepada keluarga besar sepak bola tanpa terkecuali.

Baca juga:

Pemprov DKI Dukung Penuh FIFA ASEAN Cup 2026, Siapkan GMSB dan Lapangan Banteng

Ketika kepercayaan dihancurkan melalui penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang telah memberinya kewenangan, maka tugas pengabdian tersebut telah ditinggalkan,

tulis ketiga konfederasi dalam surat itu.

Konfederasi menilai FIFA tak menganggap serius persoalan dengan menyebut kontroversi itu sebagai masalah komunikasi. Surat FIFA sebelumnya mengakui ada kesalahan dalam proses pengajuan rencana tersebut.

Namun, AFC, UEFA, dan Concacaf menilai masalahnya bukan sekadar kegagalan komunikasi, tapi juga kegagalan dalam mengambil keputusan.

Mereka mempertanyakan pertemuan pimpinan FIFA di Maroko yang hanya dihadiri sejumlah anggota komite manajemen, tanpa kehadiran anggota Dewan FIFA maupun asosiasi anggota. Menurut mereka, pola tersebut justru memperkuat kekhawatiran mengenai tata kelola FIFA saat ini. Itulah alasan mengapa AFC-UEFA-Concacaf kompak mengutarakan sikap ini.

"Ada keheningan ketika seharusnya ada pertanggungjawaban. Ada jarak ketika seharusnya ada keterbukaan. Itu bukanlah kualitas yang layak dimiliki oleh kepemimpinan sepak bola. Kini, kami menyerukan agar persatuan tersebut dihormati, demi kepemimpinan yang mengabdi kepada sepak bola, bukan kepemimpinan yang berusaha mengendalikan sepak bola," tutup ketiga konfederasi itu.

Proyek ini diumumkan FIFA pada 28 Juli dan kemudia dibatalkan beberapa hari seteloah ditolak oleh berbagai organisasi sepak bola internasional.

Baca Artikel Asli