MerahPutih.com - Raisa memperkenalkan video musik terbarunya untuk lagu Nyawa dan Harapan pada 28 Oktober 2026. Melalui karya visual tersebut, penyanyi ini mengajak masyarakat untuk kembali peduli terhadap kelestarian lingkungan, menghargai kehidupan, serta ikut berperan dalam memulihkan kondisi alam Indonesia.
Lagu Nyawa dan Harapan menjadi medium bagi Raisa untuk menyampaikan kegelisahannya terhadap berbagai persoalan yang mengancam kehidupan manusia. Mulai dari krisis lingkungan, lunturnya nilai-nilai moral, hingga memudarnya rasa kemanusiaan akibat keserakahan.
Baca juga:
Lirik Lagu 'Heaven Knows' dari Raisa dan Sung Si Kyung, Lengkap dengan Maknanya
Raisa Soroti Krisis Lingkungan dan Lunturnya Nilai Kemanusiaan
Melalui lirik Nyawa dan Harapan, Raisa merefleksikan penyesalan ketika bencana dan kerusakan sosial mulai terjadi. Pesan yang disampaikan menggambarkan kondisi ketika manusia dihadapkan pada dampak dari berbagai tindakan yang mengabaikan kelestarian alam dan nilai-nilai kemanusiaan.
Karya ini juga menyoroti bagaimana keserakahan dapat mengikis kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan. Isu tersebut menjadi salah satu keresahan yang diangkat Raisa melalui lagu dan video musik terbarunya.
Meski menghadirkan gambaran tentang krisis dan kerusakan, Nyawa dan Harapan tidak hanya berbicara mengenai penyesalan. Lagu ini juga membawa pesan optimisme bahwa kesempatan untuk memperbaiki keadaan masih terbuka.
Baca juga:
Dalam 'Bila', Raisa Ungkap Rasa yang Tertinggal Setelah Perpisahan
Lirik Nyawa dan Harapan - Raisa
Saat air lebih langka dari air mata
Saat udara harus kau beli
Saat bunga-bunga tinggal cerita
Akankah akhirnya kita sadari?
Saat senyuman lebih langka dari amarah
Saat nyawa nyaris tak berharga
Saat dunia merintih pedih
Akankah akhirnya kita sadari?
Akan datang masa di mana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa s'gala harapan
Saat kejujuran sudah tak bersisa
Saat manusia hidup tanpa hati
Saat membenci terasa nyaman
Saling menyakiti terlihat wajar
Akan datang masa di mana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa s'gala harapan
Akan datang masa di mana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa s'gala harapan
(Akan datang masa di mana kita
Hanya mampu berkeluh dan menyesal
Berharap doa dapat memutar waktu
Percayalah waktu masih tersisa
Percayalah hanya kita yang bisa
Beri nyawa s'gala harapan)
Beri nyawa segala harapan
Akankah akhirnya kita sadari?
(far)