MerahPutih.com - Pertandingan panas matchday 1 Grup 1 UEFA Nations League A 2026/27 antara Turki melawan Prancis pada Sabtu (26/9) pukul 01.45 WIB menjadi panggung perdana Zinedine Zidane memimpin Les Bleus dalam laga resmi.
Baca juga:
Debut Zidane Bersama Prancis: Misi Besar, Gaya Menyerang, dan Tantangan Nations League
Badai Flu Sang Kapten dan Opsi Lini Depan Prancis
Langkah awal Zidane dipastikan tidak sepenuhnya mulus setelah sang kapten utama, Kylian Mbappe, dilaporkan sempat absen dari sesi latihan akibat gejala mirip flu yang memicu tanda tanya besar soal kebugarannya.
Dikutip dari Reuters, kapten Timnas Prancis sempat dikabarkan tidak mengikuti sesi latihan pada 22 September lalu karena gejala mirip flu, sehingga status kebugarannya menjadi faktor yang perlu dipantau menjelang kick-off.
Jika Mbappe harus memulai laga dari bangku cadangan, Zidane masih memiliki deretan amunisi penyerang kreatif seperti Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Desire Doue untuk menggedor pertahanan tuan rumah.
Baca juga:
Hapus Dahaga Bernabeu, Kylian Mbappe: Ballon d'Or Harus Kembali ke Real Madrid
Calhanoglu dan Yildiz Absen Lini Tengah Turki Pincang
Kondisi tuan rumah tidak kalah pelik akibat absennya pengatur serangan utama Hakan Calhanoglu dan penyerang muda berbakat Kenan Yildiz yang terpaksa diparkir lantaran cedera.
Kehilangan Calhanoglu membikin stabilitas dan kontrol aliran bola The Crescent-Stars tergerus signifikan saat harus melayani permainan cepat barisan gelandang Les Bleus.
Sebagai kompensasi, Salih Ozcan diproyeksikan mengisi kekosongan peran Calhanoglu guna menjaga kedalaman pertahanan di depan trio bek tengah.
Baca juga:
Puji Arda Guler, Jose Mourinho Temukan Penerus Luka Modric di Real Madrid
Arda Guler Senjata Pamungkas Tuan Rumah
Di tengah badai cedera pilar utama, pelatih Vincenzo Montella menggantungkan harapan kreativitas serangan Turki kepada bintang muda Real Madrid, Arda Guler.
Guler diharapkan sanggup memainkan peran sebagai kreator tunggal di ruang antarlini guna memanjakan Baris Alper Yılmaz yang beroperasi di pos penyerang tengah.
Dukungan penuh puluhan ribu pendukung fanatic di Kocaeli Stadium menjadi dorongan moral ekstra bagi Turki untuk tampil lebih agresif dan membatasi ruang gerak tim tamu.
Namun, Prancis sebagai salah satu raksasa sepak bola Eropa tentu tidak rela kalah begitu saja. Apalagi kemenangan di markas Turki tak hanya memuluskan langkah awal Prancis di papan atas Grup 1, tetapi juga memberikan legitimasi atas era kepemimpinan baru Zidane. (*)