Merahputih.com -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilisi prakiraan cuaca Indonesia periode 19 hingga 22 Juni 2026 dengan menunjukkan dominasi guyuran air dari langit berintensitas ringan hingga lebat.
Baca juga:
BMKG Ramal Langit Ibu Kota Bersih Tanpa Drama Hujan Sepanjang Rabu (18/6)
Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba serta mengantisipasi dampak buruk genangan air serta pohon tumbang akibat embusan angin kencang.
“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur,”
Tulis BMKG dalam keterangan resmi.
Peta Sebaran Hujan Sedang Kalimantan Hingga Papua
Peningkatan curah hujan tidak hanya berpusat pada wilayah bagian barat Indonesia. Kawasan tengah dan timur turut menerima suplai awan hujan cukup masif dalam beberapa hari ke depan.
Berikut daftar lengkap wilayah berpotensi mengalami peningkatan hujan intensitas sedang:
-
Kawasan Sumatra & Jawa: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, serta Jawa Timur.
-
Kawasan Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
-
Kawasan Sulawesi: Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.
-
Kawasan Timur Indonesia: Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua.
Ancaman Kilat dan Amukan Angin Kencang
Meskipun indikator kategori "Siaga" (hujan lebat - sangat lebat) terpantau Nihil, potensi bahaya sekunder tetap mengintai. Hujan lebat disertai kilat, petir, serta angin kencang berpeluang besar menyasar belasan provinsi lain.
Kombinasi angin kencang ini memerlukan perhatian khusus, terutama bagi para pengguna transportasi laut dan udara:
“Kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian angin kencang meliputi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara,” lanjut laporan meteorologi tersebut menekankan area sebaran risiko.
Baca juga:
BMKG Sebut Gempa M 6,7 yang Guncang Palu Termasuk Gempa Dangkal, Dipicu Pergerakan Sesar Aktif
Selain wilayah Sulawesi, embusan angin kencang juga mengancam wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, serta Papua Selatan.
Warga diimbau memeriksa kembali kekuatan struktur atap rumah serta menghindari berlindung di bawah baliho besar saat badai terjadi.
