Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Mengguyur Sejumlah Kota Besar di Indonesia Selasa, 21 April 2026, di Antaranya Disertai Petir

Frengky Aruan - Selasa, 21 April 2026

MerahPutih.com - Hujan akan mengguyur sejumlah kota besar di Indonesia pada Selasa, 21 April 2026. Di antaranya disertai petir, sesuai perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan meningkat di sekitar daerah konvergensi dan sirkulasi siklonik, dijelaskan prakirawan BMKG Sufia Nur.

"Untuk wilayah Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Kota Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Palembang, Bengkulu, Pontianak, dan Tanjung Selor," kata dia.

Sufia menambahkan bahwa potensi cuaca serupa juga membayangi wilayah timur Indonesia, di mana Kota Mamuju dan Ambon diprediksi akan mengalami hujan disertai kilat atau petir sepanjang hari ini.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Akan Turun di Sebagian Wilayah Jakarta Selasa, 21 April Siang hingga Malam

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang akan mengguyur wilayah Bandung, Palangka Raya, dan Denpasar.

Wilayah berpenduduk padat seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan.

Dinamika cuaca signifikan ini disebabkan oleh pembentukan sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera, Kalimantan Barat, dan Papua yang membentuk daerah pertemuan angin atau konvergensi.

"Kondisi ini memicu potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan dan Papua Selatan," tuturnya dikutip dari Antara.

BMKG juga mengimbau masyarakat di kota-kota terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air atau banjir rob di wilayah pesisir.

"Masyarakat perlu terus memperbarui informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang terjadi secara periodik ini," kata Sufia. (*)

Baca Artikel Asli