MerahPutih.com - Para netizen pengguna media sosial Twitter, Sabtu, 27 Oktober 2018 ramai-ramai membuat tagar #PrabowoBersamaUlama. Dan hal ini menjadikan tagar tersebut berada pada urutan teratas.
Tagar yang hingga pukul 12.00 WIB masih nongkrong di urutan pertama tersebut tak lepas dari semakin ramainya gerakan protes masyarakat terhadap pembakaran bendera berlafadz tauhid di sejumlah daerah sejak kemarin.
"Hal semacam ini merupakan reaksi langsung masyarakat. Ini bukan rekayasa," ujar Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangnya, Sabtu (27/10).
"Dalam kehidupan sehari-hari banyak masyarakat yang menahan diri dalam menyampaikan ekspresinya. Mereka takut terjadi hal yang berdampak buruk karena mengkritik pemerintah, maka mereka menggunakan tagar ini sebagai luapan ekspresinya," tambah Dahnil.
Meski demikian, Dahnil meminta semua pihak menahan diri atas terjadi peristiwa ini. Dia berharap tidak ada yang terpancing provokasi, sehingga bisa berujung pada kerusuhan atau apapun yang dapat merugikan kehidupan berbangsa.
"Pembakaran bendera tauhid dan berbagai peristiwa lain yang bernuansa SARA sudi kiranya semua pihak menahan diri dan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak secara hukum," terangnya.
Namun, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini juga meminta pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian yang terjadi di Garut tersebut.
"Polisi harus bekerja secara profesional. Tak hanya menyikapi kasus ini, termasuk kasus-kasus lainnya," tandas Dahnil.
Gerakan aksi bela tauhid semakin marak terjadi. Tak hanya di Jakarta, di sejumlah daerah aksi spontan masyarakat ini juga sangat masif. (Pon)