Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Potensi Mudharat Tetap Ada, Tapi Maslahat Prabowo Masuk Kabinet Lebih Besar

Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 Oktober 2019

Merahputih.com - Peneliti sosok Joko Widodo (Jokowi), Andi Zulkarnain menilai ditunjuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) lebih besar maslahat ketimbang mudharatnya.

"Potensi mudharat itu tetap ada. Tapi maslahat Prabowo masuk kabinet saat ini jauh lebih besar," ujar Zulkarnain dalam keterangannya, Kamis (25/10).

Baca Juga:

Berapa Sih Harta Kekayaan Prabowo Subianto?

Fakta sosial politik saat ini tentang perpecahan di antara anak bangsa, saling curiga, nyinyir, dan lain-lain adalah yang harus Jokowi selesaikan lebih dulu di tahap awal pascapelantikan sebagai Presiden.

Dosen ilmu politik di Universitas Kristen Indonesia itu menganggap wewenang Menhan juga terbatas dengan adanya sistem Presidensiil.

"Dalam sistem Presidensiil, Jokowi punya wewenang yang cukup besar, termasuk untuk menertibkan pihak yang tidak sesuai komitmen," jelas Zulkarnain.

Prabowo Subianto bersama Presiden Jokowi
Prabowo Subianto bersama Presiden Jokowi di Istana Negara (Foto: antaranews)

Ketika pengumuman kabinet Rabu (23/10) lalu, Jokowi mengingatkan para menteri agar bekerja dengan serius menjamin tercapainya program pembangunan.

"Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," ungkap Jokowi.

Baca Juga:

PDIP Hormati Keputusan Presiden Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menteri

Selain itu, ada juga Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD yang dapat mengontrol kinerja menteri di bawahnya, termasuk Menhan, dengan hak veto-nya. (*)

Baca Artikel Asli