MerahPutih.com - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menilai pemisahan pelaksanaan pemilu akan membuat fokus dan isu yang dikembangkan menjadi spresifik.
Ia menilai keserentakan pilpres dan pileg sangat merepotkan dan memberikan lebih banyak keburukan dibandingkan kebaikan. Karding mengatakan, dampak negatif dari pelaksanaan pilpres dan pileg serentak salah satunya dari sisi teknis.
Dia mengatakan pemilu serentak membuat terlalu banyak yang dipilih sehingga menyulitkan masyarakat. Selain itu, dia melanjutkan, waktu perhitungan surat suara juga membutuhkan waktu yang lama sehingga memforsir para panitia pemilu di lapangan.
"Nah ini problem, sehingga sangat sulit kita mengonsolidasi menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan, misal pilpres dan pileg," kata Karding kepada wartawan, Selasa (23/4).
Karding menyebutkan penyelenggaraan Pemilu serentak membutuhkan waktu perhitungan surat yang lama, sehingga memforsir para panitia pemilu yang bertugas.
Ia menambahkan, dampaknya yang cukup besar adalah dapat memecah fokus masyarakat antara harus memilih kandidat kepala negara atau calon anggota legislatif (caleg).
“Ya salah satunya dari sisi teknis itu terlalu banyak dipilih sehingga menyulitkan. Kedua waktu untuk perhitungan dan itu membutuhkan waktu yang lama sehingga memforsir,” ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf.
Lalu, yang lebih besar dampaknya adalah orang harus memilih fokus di Pilpres atau di caleg.
"Nah, ini problem, sehingga sangat sulit kita mengonsolidasi menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan, misal pilpres dan pileg,” tutup Karding. (Knu)