Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Polisi Usut Dugaan Eksploitasi Karyawan di Perusahaan Anime

Angga Yudha Pratama - Minggu, 15 September 2024

MerahPutih.com - Sebuah kantor perusahaan game art dan animasi studio di Menteng, Jakarta Pusat viral karena diduga melakukan kekerasan dan juga eksploitasi terhadap karyawannya.

Dugaan adanya kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan oleh perusahaan 'BS' ini ramai menjadi perbincangan di akun media sosial.

Kasus ini mengemuka setelah salah seorang mantan karyawannya curhat di media sosial. Pimpinan perusahaan diduga melakukan kekerasan fisik dan verbal, pelanggaran jam kerja, ancaman hingga manipulasi.

Saat itu korban yang tengah hamil sampai mengalami pendarahan hingga lahiran prematur. Anak korban juga meninggal dunia. Pemilik perusahaan juga memarahi korban lantaran tidak masuk bekerja usai keguguran.

Baca juga:

Netflix Luncurkan Trailer untuk Anime 'Terminator Zero'

Tak hanya itu, korban juga dihukum naik-turun tangga sebanyak 45 kali di malam hari. Korban juga dihukum menampar diri sendiri sampai 100 kali. Diketahui perusahaan tersebut memiliki kurang lebih 80 orang karyawan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus mengatakan mengungkap temuan terkini pihak kepolisian terkait perusahaan tersebut.

"Beroperasi sekitar 2019 dan setahu saksi, pemilik tempat tersebut milik orang asing. Untuk karyawan laki-laki dan perempuan kurang lebih berjumlah 80 karyawan," kata Firdaus kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/9).

Firdaus mengatakan jam kerja karyawan di perusahaan tersebut tidak menentu. Bahkan saksi kerap mendapati karyawan perusahaan baru pulang bekerja pada pukul 04.00 WIB.

Baca juga:

Brian Cox Isi Suara Helm Hammerhand di Prekuel Anime 'The Lord of the Rings'

"Untuk jam pulang karyawan tidak sama, paling cepat pukul 18.00 WIB dan paling lama pukul 04.00 WIB," ujarnya.

Firdaus mengatakan kantor tersebut kini sudah dalam keadaan kosong. Berdasarkan keterangan saksi, kantor sudah tidak ditempati sejak Juli 2024. Firdaus menambahkan saat ini pihak kepolisian masih mencari karyawan yang diduga menjadi korban.

Pihak kepolisian mempersilakan mereka yang menjadi korban untuk membuat laporan. "Rencana tindak lanjut mencari identitas korban. Melakukan profiling diduga pelaku," ujarnya. (Knu)

Baca Artikel Asli