Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PKat-Artha Graha Peduli Berpartisipasi di 1 Abad RSUPN Cipto Mangunkusumo

Angga Yudha Pratama - Senin, 23 Desember 2019

Merahputih.com - Tim Pengelola Pengembangan Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) bekerjasama dengan Artha Graha Peduli berpartisipasi dalam memperingati pengabdian 1 abad RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dengan menggelar kegiatan 'Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors' di Istora Senayan, 21-22 Desember 2019.

Acara ini juga bertujuan untuk mengapresiasi semangat para penyintas kanker dan terus memberikan dukungan bagi mereka dan keluarganya dalam menjalani terapi, follow up, maupun menyediakan komunitas positif yang membantu satu sama lain.

"Mengapa kita harus memberikan perhatian lebih kepada kanker? Karena Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia. Lebih dari 18 juta orang terdiagnosa kanker dan 9,6 juta orang di dunia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Dengan kata lain, setiap 2 detik ada 1 orang baru yang terdiagnosis kanker, dan setiap 3 detik ada 1 orang yang meninggal di dunia, " ujar dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, dalam keterangan resminya.

Baca juga:

Penyintas Kanker Kehilangan Massa Otot, Kelelahan dan Turun Berat Badan

Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat menjadi 1 orang terdiagnosa setiap detik dan 1 orang meninggal setiap 2 detik pada tahun 2040. Sekitar 70% kematian akibat kanker terjadi pada negara berkembang. Data WHO (Globocan 2018) menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 348.809 kasus kanker baru, dan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210.

Hal ini disebabkan karena sekitar 65% pasien datang saat stadium sudah lanjut sehingga penanganannya lebih bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup atau paliatif dibandingkan dengan tujuan mengontrol tumor dan mencegah penyebaran/kuratif. Padahal, lebih dari 40% kasus kanker dapat dicegah dan sepertiganya dapat disembuhkan bila terdeteksi dini.

Ditinjau dari sisi ekonomi, data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menunjukkan bahwa pengeluaran pembiayaan untuk penatalaksanaan kanker adalah kedua tertinggi setelah penyakit jantung yaitu sebanyak 2,7 Triliun Rupiah. Jumlah ini belum dihitung dengan biaya yang dikeluarkan dari pembiayaan pengobatan pribadi dan potential loss akibat pasien berobat diluar negeri yang diestimasi mencapai 14,4 Triliun Rupiah. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dan kepedulian dari setiap individu untuk mulai bertindak dan berpartisipasi melawan kanker.

Kegiatan 'Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors' di Istora Senayan, 21-22 Desember 2019 (ist)

Pada tahun 2018, sebuah laporan dari Inggris menemukan bahwa kanker adalah penyakit yang paling ditakuti di dunia dan satu dari empat orang tidak akan mencari pertolongan medis sampai menemukan gejala kanker yang potensial karena takut akan didiagnosis kanker.

Perasaan malu dan takut, dikombinasikan dengan kesadaran kesehatan yang buruk serta kepercayaan kultural, juga dapat menghambat seseorang dalam mencari pertolongan medis atau program skrining. Sebagai contoh di Bangladesh, survei terhadap pasien kanker payudara melaporkan bahwa hampir setengah dari responden pertama kali mencari pengobatan alternatif sebelum mencari pengobatan medis konvensional, yang mengakibatkan penundaan diagnosis rata-rata selama empat bulan.

Deteksi dini, skrining dan diagnosis kanker ini memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan kanker. Kanker yang terdeteksi dini, jika ditambah dengan pengobatan yang tepat, memiliki peluang hidup lebih yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanker yang diketahui pada stadium lanjut. Sebagai contoh, terdapat studi yang menunjukkan bahwa ketika diketahui pada stadium dini, 93% pasien kanker serviks dapat bertahan hidup selama lima tahun.

Baca juga:

Studi Terbaru: Minum Teh Terlalu Panas Berisiko Kanker Kerongkongan

Tetapi ketika diketahui pada stadium lanjut, hanya 15% pasien yang bertahan hidup. Tidak hanya meningkatkan angka harapan hidup, diagnosis atau mengetahui penyakit kanker secara dini juga mengurangi biaya perawatan hingga 2-4 kali lebih murah dibandingkan dengan pasien yang didiagnosis pada stadium lanjut.

"Melihat besarnya beban kanker di masyarakat, kami pun memutuskan untuk mengusung tema “Choose Hope: Tribute to Cancer Survivors” sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan HUT RSCM 100 Tahun," pungkasnya. (*)

Baca Artikel Asli