Pilkada 2018, Pengamat: HTI Tidak akan Tinggal Diam
Selasa, 07 November 2017 -
MerahPutih.com - Sosiolog UI Thamrin Tomagola menilai kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak akan tinggal diam menyaksikan Pilkada 2018 mendatang.
Dia menyebut, HTI akan ikut memobilisasi massa untuk memenangkan kandidat tertentu di pesta demokrasi tersebut.
"HTI akan melakukan balas dendam, mereka akan mobilisir warga yang mereka pikir adalah orang-orang bagian dari blok 212 untuk mendukung satu kelompok atau kandidat tertentu," kata Thamrin saat ditemui di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (7/11).
Hal itu, kata Thamrin, sudah dibuktikan saat Pilkada DKI Jakarta 2016 lalu. Mereka berhasil mengalahkan dan memenjarakan Ahok.
"Jangan kira yang menggerakkan Aksi 212 itu FPI, barangkali sedikitlah. Itu aksi 212 digerakkan HTI dan itu operasi akar rumputnya dahsyat. Mereka punya organisasi yang sangat rapih, terstruktur, sistematis, dan masif," kata dia.
Bayangkan saja, selama 30 tahun HTI mengader pengikutnya di kampus-kampus, masjid-masjid hingga departemen-departemen pemerintahan.
"Saya kira tidak ada yang bisa melawan itu kecuali barangkali PKI kalau zaman dulu atau sekarang militer. Kalau militer bersebrangan dengan HTI, itu satu alat penahan atau koreksi. Tapi kalau militer setuju dengan mereka, akan jadi lain," katanya.
Lebih lanjut, kata Thamrin, HTI pasti sudah mengagendakan bagaimana menggolkan kepala daerah dari kelompok Islam konservatif agar jalan menuju pilpres semakin mudah.
"Ada sejumlah daerah yang saya kira menjadi basis mereka, di antaranya Sumatera Barat, Jawa Barat dan ini pasti akan direbut habis-habisan," tandasnya. (Fdi)